Dwi Pusparini
Universitas Sriwijaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Praktik Sosial Etnis Tionghoa dalam Bidang Perdagangan di Kota Lubuklinggau Dwi Pusparini; Diana Dewi Sartika; Gita Isyanawulan; Adetia Wulindari; Istiqomah Istiqomah
SOCIUS Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v12i1.542

Abstract

Etnis Tionghoa merupakan salah satu etnis pendatang di Kota Lubuklinggau yang hanya berjumlah tiga persen dari etnis lain yang ada di kota Lubuklinggau namun hampir menguasai seluruh sektor perdagangan yang ada di kota Lubuklinggau walaupun jumlahnya hanya 3% dari etnis lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis praktik dominasi perdagangan oleh etnis Tionghoa di kota Lubuklinggau, dengan menggunakan perspektif Bourdieu melalui konsep habitus, modal dan arena sebagai satu kesatuan dari praktik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatifemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling yang merupakan teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu. Kriteria penentuan informan yang dipilih oleh peneliti yaitu pedagang etnis Tionghoa khususnya yang memiliki usaha toko di Jalan Yosudarso, Kota Lubuklinggau. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan metode observasi non-participant dan juga menggunakan metode wawancara mendalam untuk mengetahui bagaimana dominasi etnis Tionghoa dalam bidang perdagangan khususnya di daerah pertokoan jalan Yosudarso, kota Lubuklinggau. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data reduction, data display, dan conclution drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnis Tionghoa memiliki habitus yang terbentuk sejak kecil seperti jujur, ramah, rajin disiplin dan hemat mereka juga memiliki modal seperti modal ekonomi, modal sosial, modal budaya dan modal simbolik yang menjadi prestise bagi etnis Tionghoa. Arena juga memiliki peran penting dalam praktik etnis Tionghoa yang berupa relasi kuasa dan memberikan privilege lebih besar bagi etnis Tionghoa dibanding pedagang lokal.