Yanuarita Nur Hanifa
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Nilai Kearifan Lokal Cublak Cublak Suweng dalam Pembelajaran MERDEKA Yanuarita Nur Hanifa; Dadan Wildan; Siti Komariah
SOCIUS Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v12i2.668

Abstract

Kearifan lokal menjadi muatan penting untuk diinternalisasikan pada setiap generasi karena mencerminkan nilai-nilai, pengetahuan, dan praktik yang diwariskan secara turun temurun yang mampu mendukung keberlangsungan sosial dan lingkungan. Nilai-nilai lokal memiliki relevansi untuk menghadapi dunia yang terus berubah dan didominasi oleh pengaruh teknologi. Oleh karena itu perlu adanya interseksi antara kearifan lokal dan perkembangan teknologi di dunia pendidikan untuk menciptakan iklim pembelajaran yang interaktif, responsif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan global yang semakin dinamis. Inovasi pembelajaran melalui implementasi kearifan lokal pada permainan tradisional Cublak Cublak Suweng dapat menjadi alternatif pembelajaran yang menjembatani antara kearifan budaya dengan kemajuan global. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi nilai kearifan lokal Cublak Cublak Suweng dalam pembelajaran MERDEKA. Teori yang digunakan sebagai dasar analisis adalah teori struktural fungsional skema AGIL dari Talcott Parsons. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnopedagogi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah studi literatur dan observasi partisipan pada pembelajaran sosiologi di SMAN 2 Cibinong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal permainan tradisional Cublak Cublak Suweng dalam pembelajaran MERDEKA menciptakan iklim belajar yang interaktif, inklusif, dan rekreatif sekaligus melestarikan budaya nasional di era digital. Pendekatan ini mentransfer nilai moral dari makna "suweng" sebagai harta sejati serta mendorong keterlibatan aktif siswa sebagai digital native.