Laila Friska
Universitas Negeri Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Makna Simbol Upacara Panggih Pengantin pada Masyarakat Jawa di Nagari Lunang Laila Friska; Lia Amelia
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 7 No 2 (2025): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2025)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v7i2.203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna simbol upacara panggih pengantin dalam upacara perkawinan masyarakat Jawa di Nagari Lunang Barat, Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Panggih pengantin dipraktekkan oleh migran asal Jawa di Sumatera Barat. Penelitian ini dianalisis dengan teori interpretivisme simbolik Clifford Geertz. Pendekatan penelitian dilakukan secara kualitatif dengan tipe etnografi. Jumlah informan keseluruhan sebanyak 11 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Untuk mendapatkan data yang valid dilakukan triangulasi data. Analisis data menggunakan model analisis etnografi Clifford Geertz. Hasil penelitian makna simbol upacara panggih pengantin, yaitu: (1) daun sirih dan beras kuning yang bermakna pengantin menyatukan hati dan pikiran untuk menjalani rumah tangga, (2) potong benang yang bermakna tidak ada lagi jarak pemisah kedua pengantin, (3) ngidak endog dan wijikan yang bermakna sebagai tanda bakti istri kepada suami dan sebaliknya, (4) kain sindur binayung bermakna telah selesainya tanggung jawab orang tua terhadap anak hingga mengantarkan anaknya untuk menjalani rumah tangga, (5) sungkeman yang bermakna tanda bakti anak kepada orang tua, (6) kacar kucur bermakna bahwa suami bertanggung jawab memenuhi nafkah kepada istri, (7) pakaian adat yang dikenakan memiliki makna dan harapan bahwa kedua pengantin memiliki kepribadian yang halus dan sabar dalam menjalani bahtera rumah tangga, (8) musik pengiring yang digunakan pada upacara panggih pengantin masyarakat Jawa di Nagari Lunang Barat adalah salah satu simbol menunjukkan identitas budaya Jawa.