Lia Amelia
Universitas Negeri Padang

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Assajingeng: Politik Kekerabatan di Pilkada Kabupaten Bone (Analisis Antropologi Politik) Pawennari Hijjang; Lia Amelia
SOCIUS Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v6i2.161

Abstract

Sistem kekerabatan dan pelapisan sosial (stratifikasi sosial) mempengaruhi politik di Kabupaten Bone. Keturunan Arung (bangsawan) masih banyak memiliki peranan penting dalam struktur pemerintahan di Bone, hal ini salah satunya didukung oleh masyarakat Bone yang masih percaya jika dipimpin oleh kepala daerah yang bergelar Arung. Selain itu struktur pemerintahan juga dikuasai oleh kerabat dari Pemimpin daerah hal ini dikarenakan oleh sistem pemerintahan otonomi daerah membuat kekuasan dipegang penuh oleh Bupati. Penelitian ini dilakukan di Kota Bone, Sulawesi Selatan dengan Informan sebanyak 17 orang yang terdiritokoh masyarakat dan tokoh agama, masyarakat Bone dan orang-orang yang memiliki pengalaman dibidang Politik/Pemerintahan seperti Anggota DPRD, Pegawai Negeri Sipil, Tim sukses partai politik dan Pejabat Daerah Bone.Adapun metode yang digunakan adalahwawancara mendalam (indepth interview), pengamatan (Observasi) dan analisis dokumen. Penelitian dilakukan di Kota Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Warisan budaya politik pada era kerajaan, masih berdampak dalam perilaku politik dewasa ini, namun pemaknaannya sudah berbeda dimana pada masa kerajaan masih murni memelihara kejujuran dalam menjalankan pemerintahannya. Beda halnya dengan saat ini dimana masa sekarang memanfaatkan lapisan sosial (Arung) dan sisitem kekerabatan tersebut sebagai strategi pemenangan pemilihan kekuasaan yang sistem pemerintahannya berkesan lambat. Dengan otonomi daerah banyak menimbulakan kasus-kasus dipemerintahan dikarenakan orientasi kepentingan pemimpin didukung oleh sistem kekerabatan yang tidak sesuai lagi dengan sistem nilai budaya, dimana motto masyarakat bone Lempu’ : bersikap jujur, Getteng : istiqamah dan ada tongeng : berkata benar.
Motivasi Anak Nagari Mengikuti Silek Kumango Lia Amelia; Rio Putra Winanda
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 3 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i3.67

Abstract

Permainan tradisional daerah atau permainan anak nagari yaitu silek merupakan bentuk dari sebuah kesenian yang memiliki nilai keindahan bagi penikmatnya. Di era modernisasi, masih ada generasi muda yang mempelajari dan menekuni Silek Kumango. Penelitian ini dilakukan di Nagari Kumango Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Pendekatan penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data antara lain: (1) wawancara (interview), dengan 18 informan yang terdiri dari Guru Sasian Silek Kumango, Guru Tuo/penasehat Silek Kumango, pelajar/ mahasiswa, Tokoh Adat Nagari Kumango, dan Orang tua Persi Silek Kumango; (2) pengamatan (Observasi) pada pelaksanaan permainan anak Silek Kumango; dan (3) studi kepustakaan dalam bentuk artikel, laporan penelitian terdahulu berserta sumber bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian tentang Silek Kumango. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi para generasi muda ingin mempelajari Silek Kumango selain untuk pelestarian budaya, juga karena rasa ingin tahu terhadap Silek Kumango, rasa aman dan keinginan untuk berprestasi serta dipengaruhi oleh lingkungan sosial.
Modal Sosial Tradisi Rewang pada Masyarakat Jawa Desa Beringin Talang Muandau Riau Artia Siska Dewi; Erda Fitriani; Lia Amelia
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 4 No 1 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v4i1.102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti modal sosial tradisi rewang pada masyarakat Jawa di Desa Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Rewang menarik untuk diteliti karena masih eksis di tengah masyarakat Jawa yang merantau di Desa Beringin. Penelitian ini dianalisis dengan teori modal sosial Robert Putnam serta pendekatan kualitatif tipe studi kasus. Jumlah informan keseluruhan sebanyak 22 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Untuk mendapatkan data yang valid dilakukan triangulasi data. Analisis data menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tradisi rewang merupakan suatu tradisi yang menjadi modal sosial bagi masyarakat Jawa di Desa Beringin. Wujud dari modal sosial tersebut adalah ketika orang-orang yang terlibat dalam tradisi rewang mengembangkan sumber daya yang dimilikinya. Sumber daya tersebut adalah: (1) jejaring sosial, peserta rewang merupakan bagian dari jaringan sosial yaitu karena adanya hubungan kekerabatan, tetangga dan hubungan pekerjaan, (2) kepercayaan atau trust, yang ditandai adanya pembagian kerja berdasarkan pada pengalaman dari anggota rewang sehingga si tuan rumah percaya bahwa hajatan akan lancar apabila setiap tugas dipegang oleh orang-orang yang dianggap sudah punya pengalaman di bidangnya, (3) nilai-nilai sosial, dalam tradisi rewang terdapat nilai sosial untuk mengikat hubungan antar masyarakat, nilai tersebut adalah nilai timbal-balik, nilai tolong-menolong dan nilai sosialisasi.
Tontoang Kayu: Revival Kesenian Tradisional Minangkabau Rani Sagita Putri; Erda Fitriani; Lia Amelia
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 4 No 2 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v4i2.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan revival tontoang kayu serta proses yang dilakukan masyarakat dalam revival kesenian tontoang kayu. Tontoang kayu ini adalah jenis alat musik pukul, dimainkan sambil berdiri. Tontoang kayu ini digantung dengan kayu yang kuat dan dipukul dengan pemukul seperti talempong biasanya. Keberadaan tontoang kayu ini sudah lama hilang, kemudian masyarakat menghidupkan atau membangkitkan kembali kesenian tontoang kayu tersebut. Penelitian ini dianalisis dengan teori etnosains oleh James P. Spradley. Teknik pemilihan informan yaitu purposive sampling dengan jumlah informan 12 orang. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam dan observasi partisipasi aktif. Teknik triangulasi yang digunakan adalah pemeriksaan melalui sumber dan analisis data yang digunakan merupakan model analisis data menurut J.P Spradley. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan ditemukan bahwa: faktor revival tontoang kayu adalah upaya memajukan pariwisata di Jorong Guguak menjadi daya tarik pariwisata serta kepedulian masyarakat terhadap kesenian tradisional yang ada di Jorong Guguak dalam rangka pelestarian budaya. Proses dalam revival kesenian tontoang kayu yaitu: menggali alat musik kesenian tradisional tontoang kayu, melatih generasi muda untuk memainkan alat musik kesenian tontoang kayu serta menari piring yang diiringi oleh alat musik, menampilkan kesenian tradisional tontoang kayu di pesta pernikahan, baik masyarakat Jorong Guguak maupun masyarakat luar Jorong Guguak, pertunjukan di depan wisatawan yang sedang menikmati keindahan alam serta mempromosikan kesenian tradisional tontoang kayu di media sosial.
Konstruksi Makna Cantik bagi Remaja Perempuan Pengguna Pemutih Kulit Ilegal lia amelia; Khairul Fahmi; Sopian Tamrin
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 9, Nomor 3, November 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i3.38834

Abstract

Kulit putih dan bersinar menjadi salah satu standar kecantikan ideal yang merujuk dari beberapa selebgram dan beauty vlogger di berbagai media sosial, sehingga banyak remaja perempuan yang ingin mengubah warna kulit alaminya untuk mendapatkan warna kulit yang didambakan. Obsesi berkulit putih membuat remaja perempuan menggunakan cara yang sepadan seperti memakai produk pemutih ilegal yang belum terbukti aman dari segi ilmiah. Penelitian ini dilakukan di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat dengan informan sebanyak 14 orang yang terdiri dari remaja perempuan pengguna pemutih kulit ilegal dengan usia 14-16 tahun dan keluarga informan. Penelitian ini bertujuan memberikan analisis tentang alasan remaja perempuan mendambakan kulit yang putih.Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan tipe etnografi, dan penelitian informan penulusuran menggunakan teknik snowball.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview) dan pengamatan (observasi). Sebelum wawancara, setiap informan diberikan atau dibacakan lembar informan yang berisi informasi tentang penelitian (fokus, tujuan, manfaat, resiko, metode dan etika). Analisis data menggunakan  reduksi data Bungin dengan cara membuat ringkasan, mengkode, menentukan tema, membuat alur dengan tujuan memperoleh data yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja perempuan mengkontruksikan makna cantik adalah memiliki kulit putih.Berkulit putih dapat menunjang penampilan fisik agar memudahkan mereka bergaul, memilih outfit yang pas, serta pengakuan dalam lingkungan sosialnya
Perilaku Sehat dan Sakit Masayarakat pada Masa Pandemi Covid-19 Hijratul Fera; Wirdanengsih Wirdanengsih; Lia Amelia
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 5 No 2 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2023)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v5i2.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perilaku sehat dan sakit Masyarakat Nagari Rambatan pada masa pandemi Covid-19. Masyarakat Nagari Rambatan menggunakan pengobatan tradisional dalam penyembuhan penyakit, selain itu masyarakat juga berupaya untuk menjaga kondisi fisik mereka agar tetap sehat sehingga terhindar dari penyakit. Penelitian ini dianalisis dengan teori aksi oleh Talcott Parsons. Pendekatan penelitian yang dilakukan yaitu pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Pemilihan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan 16 orang informan yang terdiri dari masyarakat Nagari Rambatan, penyintas Covid-19 dan petugas kesehatan. Pengumpulan data dilakukan secara observasi partispasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Untuk mengkaji kredibilitas dari penelitian dilakukan teknik triangulasi data. Teknik triangulasi yang dilakukan yaitu triangulasi sumber, dan analisis data yang dipakai yaitu model analisis data Mile and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku sakit masyarakat Nagari Rambatan pada masa pandemi Covid-19 adalah menggunakan pengobatan tradisional, seperti mengkonsumsi jahe, kunyit, serai, kencur, kulit manis, bawang putih, lengkuas, dan ketumbar, dan pengobatan modern dengan berkunjung ke Puskesmas Rambatan II untuk melakukan pemeriksaan, sedangkan perilaku sehat yang masyarakat Nagari Rambatan terapkan adalah mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, makan dengan menu seimbang, melakukan aktivitas fisik, dan istirahat yang cukup.
Upaya Pelestarian Tradisi Pidato Pasambahan di Kota Jambi Balkis Oktaviani Putri; Emizal Amri; Lia Amelia
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 6 No 1 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2024)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v6i1.169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kegiatan pelestarian tradisi pasambahan oleh organisasi Perkumpulan Keluarga Besar Manggopoh atau yang disingkat menjadi PKBM yang berada di Kota Jambi. Tradisi pidato pasambahan merupakan salah satu tradisi lisan asal Minangkabau yang terkenal dengan kiasan-kiasannya yang indah dengan makna tersirat di dalamnya. Tradisi ini tidak hanya dapat dijumpai di daerah asal saja tetapi di daerah rantau yaitu di Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe etnografi. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipan, wawancara, dan studi dokumen. Jumlah informan adalah 9 orang. Permasalahan penelitian ini dianalisis menggunakan teori struktural fungsional yang dikemukakan oleh Talcott Parsons dengan skema AGIL. Temuan penelitian ini yaitu dalam mencapai tujuan melestarikan kebudayaan PKBM telah melakukan upaya pelestarian tradisi pidato pasambahan secara bersama dengan cara mengupayakan guru pidato pasambahan, mengupayakan anggota belajar pidato pasambahan, melaksanakan proses pembelajaran secara rutin, serta melakukan praktek tradisi pidato pasambahan pada upacara-upacara adat di lingkungan PKBM.