p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Tasya Martasari
Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelestarian Warisan Budaya Masyarakat Minangkabau Melalui Museum Adityawarman Kota Padang Tasya Martasari; Sukma Puspita Sawitri; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Museum Adityawarman di Kota Padang sebagai pusat pelestarian identitas budaya lokal Masyarakat Minangkabau. Penelitian ini penting untuk dilakukan sebagai upaya dalam melestarikan budaya Minangkabau agar tidak hilang, terutama di era perkembangan zaman dan teknologi yang dapat menggerus nilai budaya lokal secara perlahan. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah Konsep Pelestarian Budaya oleh Koentjaraningrat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan informan yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Adapun kriteria informan dalam penelitian ini terdiri dari 2 orang informan yaitu Pengelola Museum dan Ahli Koleksi Museum. Dalam pengumpulan data menggunakan observasi dimana peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap pelestarian budaya melalui penyajian koleksi dan kedatangan pengunjung, wawancara yaitu mengumpulkan informasi-informasi mengenai koleksi dan sejarah museum serta perawatannya, dan dokumentasi dengan mengumpulkan dokumen terkait seperti foto dan rekaman audio terhadap pelestarian budaya. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Adityawarman berperan aktif dalam melestarikan Budaya Minangkabau yaitu memberikan pengetahuan tentang sejarah pendirian museum Adityawarman, memberikan informasi mengenai sejarah Minangkabau, memperkenalkan koleksi serta perawatan koleksi museum, dan menyelenggara kan pameran budaya.
Dinamika Adaptasi Sosial dan Budaya Mahasiswa Perantau Asal Pedesaan Program Studi Pendidikan Sosiologi di UNP Ratu Fitri Aisyah; Rani Kartika; Metra Alvionita; Shilva Putri Mahendra; Hawa Fadillah Islami; Tasya Martasari; Fatimah Azzahra
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.326

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika adaptasi sosial dan budaya mahasiswa perantau asal pedesaan yang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Padang. Latar belakang penelitian berangkat dari perbedaan karakteristik lingkungan desa dan kota yang menimbulkan tantangan adaptif bagi mahasiswa ketika harus menyesuaikan diri dengan budaya Minangkabau serta pola interaksi masyarakat urban. Penelitian ini bertujuan menggambarkan motif urbanisasi mahasiswa perantau, bentuk-bentuk tantangan yang mereka hadapi, strategi adaptasi yang dikembangkan, transformasi diri yang terjadi, serta peran dukungan sosial dalam proses adaptasi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan sembilan informan kunci, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan melalui model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif urbanisasi didominasi oleh kebutuhan pendidikan berkualitas, keterbatasan program studi di desa, dorongan kemandirian, dan dukungan keluarga. Tantangan adaptasi terutama muncul dari perbedaan bahasa, gaya komunikasi, nilai sosial, serta budaya pergaulan masyarakat kota yang lebih longgar. Mahasiswa merespons tantangan tersebut melalui strategi penyesuaian perilaku, pembelajaran sosial, dan selektivitas terhadap budaya kota. Proses adaptasi juga menghasilkan transformasi signifikan berupa peningkatan kemandirian, kemampuan tanggung jawab, dan sikap toleransi. Dukungan sosial dari teman, keluarga, organisasi kampus, dan dosen berperan penting dalam memperlancar proses penyesuaian diri. Temuan ini menegaskan bahwa adaptasi mahasiswa perantau merupakan proses kompleks yang melibatkan interaksi antara faktor individual, sosial, dan budaya dalam konteks kehidupan perkotaan.