Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pelestarian Warisan Budaya Masyarakat Minangkabau Melalui Museum Adityawarman Kota Padang Tasya Martasari; Sukma Puspita Sawitri; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Museum Adityawarman di Kota Padang sebagai pusat pelestarian identitas budaya lokal Masyarakat Minangkabau. Penelitian ini penting untuk dilakukan sebagai upaya dalam melestarikan budaya Minangkabau agar tidak hilang, terutama di era perkembangan zaman dan teknologi yang dapat menggerus nilai budaya lokal secara perlahan. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah Konsep Pelestarian Budaya oleh Koentjaraningrat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan informan yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Adapun kriteria informan dalam penelitian ini terdiri dari 2 orang informan yaitu Pengelola Museum dan Ahli Koleksi Museum. Dalam pengumpulan data menggunakan observasi dimana peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap pelestarian budaya melalui penyajian koleksi dan kedatangan pengunjung, wawancara yaitu mengumpulkan informasi-informasi mengenai koleksi dan sejarah museum serta perawatannya, dan dokumentasi dengan mengumpulkan dokumen terkait seperti foto dan rekaman audio terhadap pelestarian budaya. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Adityawarman berperan aktif dalam melestarikan Budaya Minangkabau yaitu memberikan pengetahuan tentang sejarah pendirian museum Adityawarman, memberikan informasi mengenai sejarah Minangkabau, memperkenalkan koleksi serta perawatan koleksi museum, dan menyelenggara kan pameran budaya.
Ketahanan Keluarga Pernikahan Dini Akibat Pergaulan Bebas di Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Avisenna Jemika; Aulia Agustina Wardianti; Natasya Permata Guselsa; Dila Aulia; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan ketahanan keluarga pada pasangan yang menikah di usia dini akibat pergaulan bebas di Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. Fenomena pernikahan dini sering kali dipicu oleh faktor pergaulan bebas, yang dapat berdampak pada ketahanan keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pasangan yang menikah pada usia dini. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menarik karena mengangkat isu pernikahan dini yang sering kali dianggap tabu dan kurang mendapatkan perhatian serius. Dengan fokus pada Kecamatan Kinali, Pasaman Barat, penelitian ini memberikan gambaran nyata tentang tantangan yang dihadapi pasangan muda dalam mempertahankan keutuhan keluarga. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti dampak pergaulan bebas sebagai faktor pendorong pernikahan dini, yang relevan dengan fenomena sosial yang berkembang di masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang memenuhi kriteria tertentu, seperti pasangan yang menikah di usia dini akibat pergaulan bebas. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang fenomena yang diteliti. Hasil yang ditemukan adalah seks pranikah (melakukan seks sebelum menikah) yang memicu terjadinya pernikahan dini, cara mempertahankan keluarga dalam pernikahan dini, kesulitan ekonomi karena nikah dini, perasaan tertekan dan terjebak karena nikah dini.
Peran Pandai Besi dalam Kebertahanan Industri Kerajinan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Nagari Sungai Pua Kabupaten Agam Nailatul Husna; Anggita Mutia Sari; Marsya Fitri Sazali; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini; Ikhwan Ikhwan
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab menurunnya industri pandai besi di Nagari Sungai Pua serta mengeksplorasi upaya yang dilakukan oleh pengrajin, pemerintah nagari, dan masyarakat dalam mempertahankan eksistensinya. Daya tarik utama penelitian ini terletak pada kombinasi antara nilai ekonomi dan budaya dari profesi pandai besi yang menjadi simbol identitas lokal, namun kini terancam punah karena tekanan modernisasi. Penelitian ini juga memberikan kontribusi dalam wacana pembangunan berbasis komunitas dan pelestarian warisan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan berjumlah tujuh orang yang dipilih secara purposif, terdiri dari lima orang pengrajin aktif dengan pengalaman kerja minimal sepuluh tahun, satu tokoh masyarakat yang merupakan mantan pengrajin, serta satu aparatur pemerintah nagari yang membidangi urusan ekonomi. Observasi dilakukan secara langsung di bengkel kerja pengrajin dengan keterlibatan aktif peneliti dalam mengamati proses produksi, interaksi sosial, serta kondisi lingkungan kerja. Studi dokumentasi mencakup pengumpulan data sekunder seperti laporan LKPJ Nagari, arsip, foto, dan dokumen terkait lainnya. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis interaktif model Miles dan Huberman, yang meliputi empat tahap: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Melalui pendekatan ini, penelitian berhasil mengungkap bahwa penurunan industri ini disebabkan oleh kelangkaan bahan baku, rendahnya minat generasi muda, persaingan dengan produk pabrikan, dan lemahnya dukungan sistemik. Sementara itu, upaya mempertahankan keberlangsungan dilakukan melalui adaptasi teknologi, promosi digital, serta kolaborasi terbatas antara pengrajin dan pemerintah. Penelitian ini menegaskan bahwa keberlangsungan industri pandai besi sangat bergantung pada sinergi kolektif untuk menjaga keseimbangan antara fungsi ekonomi dan pelestarian budaya lokal.
Stigma Masyarakat Terhadap Korban Pelecehan Seksual dalam Keluarga di Pariaman Elsa Rahayu; Dian Aulia Purnama; Muliati Sukma; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji stigma masyarakat terhadap korban pelecehan seksual dalam keluarga di Pariaman, yang merupakan fenomena sosial yang kompleks dan memiliki dampak negatif terhadap korban. Penelitian ini menarik untuk dilakukan/penting dilakukan karena pelecehan seksual yang dilakukan oleh anggota keluarga menimbulkan trauma psikologis yang mendalam bagi korban, terutama anak-anak dan perempuan, yang sering kali mengalami perasaan takut, malu, dan kehilangan kepercayaan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati langsung interaksi sosial di lingkungan tempat korban tinggal, sedangkan wawancara dilakukan terhadap korban, keluarga korban, tokoh masyarakat, pekerja sosial, dan aparat desa atau pihak terkait lainnya. Studi dokumentasi digunakan untuk mengkaji data dari laporan kasus, berita media, serta dokumen lembaga sosial. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria informan antara lain adalah korban atau penyintas pelecehan seksual dalam keluarga, anggota keluarga korban, tokoh adat atau agama, aktivis perlindungan anak dan perempuan, serta pihak aparat yang pernah menangani kasus tersebut. Jumlah informan dalam penelitian ini berkisar antara 5 hingga 6 orang, bergantung pada kedalaman data yang diperoleh dan prinsip saturasi informasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman, yang meliputi proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik analisis data penelitian menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban pelecehan seksual dalam keluarga di Pariaman menghadapi berbagai bentuk stigma sosial yang memperparah penderitaan mereka. Oleh karena itu, korban mengalami tekanan psikologis dan sering kali tidak mendapatkan dukungan dari masyarakat.
Pengaruh Judi Online Dikalangan Remaja di Kabupaten Padang Pariaman M. Arkhan Rodhiah; Aldya Andhika Adlan; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk perkembangan teknologi digital telah membawa masyarakat ke dalam era baru di mana dunia maya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Melalui internet, masyarakat bebas mengekspresikan diri dan mengakses berbagai informasi. Kebebasan ini didukung oleh hak konstitusional yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Namun, kemajuan teknologi juga membawa dampak negatif, salah satunya adalah maraknya penyalahgunaan internet untuk kegiatan perjudian online. Di Kapubaten Padang Pariaman, fenomena ini menjadi perhatian serius karena semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam praktik perjudian melalui aplikasi permainan daring seperti Higgs Domino Island. Aplikasi ini awalnya hanya menyediakan permainan kartu dan slot, namun kini disalahgunakan untuk aktivitas perjudian yang melibatkan pertaruhan uang secara ilegal. Perjudian, menurut definisi Kartini Kartono, adalah suatu pertaruhan yang disengaja dengan harapan memperoleh keuntungan dari hasil permainan yang belum pasti. Penyebaran perjudian online melalui platform permainan ini mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan tegas dalam memberantas praktik tersebut demi menjaga ketertiban sosial dan hukum di masyarakat.
Analisis Komparatif Penyebab Putus Sekolah di Kecamatan Linggo Sari Baganti dan Kecamatan Suliki Rahmat Maulana Kurniawan; Refni Junita Sari; Roni Ramadani; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab anak putus sekolah di dua Kecamatan di Sumatera Barat, yaitu Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan dan Kecamatan Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena  mengidentifikasi dan membandingkan faktor-faktor yang menyebabkan anak putus sekolah di Kecamatan Linggo Sari Baganti dan Kecamatan Suliki, guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi pendidikan di dua wilayah tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Observasi dilakukan untuk mengamati kondisi lingkungan sosial, aktivitas keseharian anak-anak usia sekolah, serta situasi ekonomi keluarga dan masyarakat yang dapat memengaruhi keberlanjutan pendidikan mereka di Kecamatan Linggo Sari Baganti dan Kecamatan Suliki. Teknik pemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive sumpling. Jumlah informan penelitian ini 12 informan dengan kriteria informan siswa putus sekolah, dan tokoh masyarakat. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan keseimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi, rendahnya motivasi belajar, dan pergaulan remaja serta lingkungan juga yang menjadi penyebab utama anak putus sekolah. Di Linggo Sari Baganti, anak-anak lebih banyak berhenti sekolah karena faktor ekonomi yang mereka harus bekerja membantu orang tua dan minimnya kesadaran mereka untuk belajar. Sementara di Suliki, kurangnya motivasi dan kesadaran untuk belajar menjadi faktor dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa fungsi lembaga sosial seperti keluarga dan sekolah belum berjalan dengan baik dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak.
Stigmatisasi Perilaku Menyimpang Seksual LGBT di Kota Padang Laras Andira; Mela Yuliana; Kiki Amalia Citra; Muhammad Rif'an; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggapan masyarakat disekitar Jalan Patenggangan dan Jalan Srigunting tentang stigma LGBT, artikel ini juga dapat mengurangi stigma dan diskriminasi yang sering muncul akibat kurangnya pemahaman nilai dan norma. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena mengungkap dampak stigma terhadap kesehatan mental, hak asasi, serta kesetaraan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati perilaku masyarakat terhadap pelaku LGBT. Teknik pemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive sumpling. Jumlah informan penelitian ini 4 orang dengan kriteria informan yaitu pihak penjaga kost pelaku LGBT, tetangga pelaku LGBT, dan masyarakat umum. Dokumentasi dilakukan dengan teknik memotret sesuai dengan izin informan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanggapan Masyarakat terhadap pelaku LGBT dianggap menyimpang, stigmatisasi terhadap pelaku LGBT di Kota Padang masih menjadi isu yang sangat sensitif dan komplek. Di satu sisi masyarakat yang kental dengan ajaran moral, etika, dan agama cendrung menolak perilaku seksual yang dianggap menyimpang. Peran media sosial juga sangat signifikan dalam membentuk persepsi masyarakat tentang LGBT. Di satu sisi, media sosial dapat menjadi platform yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang isu LGBT, namun di sisi lain, paparan konten yang tidak tepat dapat memperburuk stigmatisasi. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa informasi yang disajikan di media sosial akurat dan membangun pemahaman yang positif.
Zero Tawuran: Membangun Generasi Muda Kota Padang Bebas Kekerasan Sandro J.O Tampubolon; Syiva Rezki; Shilva Putri Mahendra; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.83

Abstract

Tawuran adalah perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang atau kelompok masyarakat, khususnya antar pelajar atau geng sekolah di lingkungan perkotaan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pelaksanaan Zero Tawuran untuk mencegah tawuran yang terjadi pada anak muda kota Padang. Penelitian ini berfokus pada program "Zero Tawuran" yang diinisiasi oleh Polda Sumatera Barat, bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang bebas dari kekerasan melalui pendekatan preventif dan edukatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di Polsek Padang Utara, Jalan Khatib, Lubuk Begalung, Jembatan Andalas, dan Jalan Bypass. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dengan jumlah informan 6 orang yang terdiri dari 2 orang POLRI, 2 orang masyarakat sekitar dan 2 orang pelaku tawuran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi dari zero tawuran sudah dilakukan dengan baik dengan dijalankan program tersebut dan di bantu oleh peran orang tua dan Masyarakat sekitar. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih banyak menyoroti faktor individu dan upaya penanggulangan tawuran tersebut, penelitian ini lebih spesifik dalam membahas program zero tawuran secara mendalam.
Peran Tradisi Tabuik dalam Pelestarian Sejarah dan Identitas Budaya Masyarakat Pariaman Septrian Ramadhani; Sabrina Asyifa U Nabila; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini; Rani Kartika
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi tabuik di Pariaman dan pelestarian sejarah dan identitas budaya masyarakat Tradisi Tabuik di Pariaman Sumatra Barat. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena memiliki peran penting dalam pelestarian sejarah dan identitas budaya masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati pelestraian sejarah dan identitas budaya masyarakat Tradisi di Pariaman. Teknik pemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah informan penelitian ini 5 informan, dengan krateria informan ketua Tabuik dan para pemuda-pemuda masyarakat Pariaman. Studi dokumentasi dilakukan dengan memotret fenomena yang berkaitan dengan memotret fenomena yang berkaitan dengan penelitian. Teknik analisis data penelitian menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa upacara tabuik ini memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat. Ini dapat dilihat baik dari segi budaya, ekonomi, pendidikan maupun sejarah. Kontribusi ini dapat terlihat dalam upaya tradisi tabuik dapat menciptakan, memperluas dan memperdalam dampak tradisi Tabuik terhadap masyarakat. Temuan ini menunjukan bahwa kontribusi para pemuda sangat penting pada masyarakat Pariaman, keterlibatan mereka tidak hanya sebagai pelaku proses tetapi juga mencakup peran aktif dalam mempertahankan kebudayaan sendiri.
Persepsi Masyarakat Minangkabau terhadap Perayaan Cap Go Meh sebagai Akulturasi Budaya di Kota Padang Elsa Putri Hardyanti; Elvira Gustia; Khairah Fadlah Nasifa; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini; Nora Susilawati
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat Minang terhadap perayaan Cap Go Meh sebagai akulturasi budaya di Kota Padang. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena di Kota Padang, perayaan Cap Go Meh tidak hanya dirayakan oleh masyarakat Tionghoa tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat Minang, menciptakan akulturasi budaya yang unik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati dinamika perayaan Cap Go Meh. Teknik pemilihan informan penelitian menggunakan purposive sampling. Jumlah infoman penelitian ini berjumlah 8 orang dengan kriteria informan penelitian meliputi pengurus divisi budaya Klenteng See Hien kiong, nelayan, dan masyarakat setempat. Studi dokumentasi dilakukan untuk memotret fenomena yang berkaitan dengan perayaan Cap Go Meh sebagai salah satu bentuk akulturasi budaya di Kota Padang. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan meunjukkan bahwa konsep Cap Go Meh dalam Akulturasi di Kota Padang; Partisipasi dan Peran Masyarakat Minang dalam perayaan Cap Go Meh; Persepsi dan Aspirasi Masyarakat Terhadap Unsur-Unsur Budaya yang Saling Berbaur; Manfaat dan Promosi Budaya yang Dirasakan Warga Kampung Pondok.