Amira Putri Salsabila
Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bagian 2. Pendidikan, Kekuatan Mimpi, dan Persahabatan Armelinda Armelinda; Latifa Aulia Hasanah; Putri Khaira Waliden; Taufik Hidayatullah; Atiqah Zulfa Rahayu; Gusti Dini Suryanti; Amira Putri Salsabila; Lidya Maqfirah; Sukma Ramadhani; Agung Saputra
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (Special Issue) (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1 (Special Issue).21

Abstract

Artikel ini membahas representasi ketimpangan sosial dan peran guru dalam film Laskar Pelangi sebagai sarana literasi politik bagi generasi milenial. Dalam konteks rendahnya literasi politik di kalangan anak muda, film sebagai media populer dinilai mampu menyampaikan pesan-pesan sosial secara efektif dan emosional. Dengan pendekatan kualitatif dan metode analisis isi, penelitian ini menelaah berbagai aspek dalam film seperti kesenjangan sosial, diskriminasi, ketimpangan akses pendidikan, serta peran guru dan motivasi belajar. Hasil analisis menunjukkan bahwa Laskar Pelangi merefleksikan realitas ketidakadilan sosial dalam sistem pendidikan Indonesia, di mana anak-anak dari kalangan miskin harus menghadapi berbagai hambatan struktural untuk mengenyam pendidikan. Di sisi lain, tokoh guru dalam film ini digambarkan sebagai agen perubahan yang penuh dedikasi dan mampu menumbuhkan semangat belajar anak-anak di tengah keterbatasan. Film ini juga menyoroti perbedaan antara pendidikan inklusif dan eksklusif, serta pentingnya membangun sistem pendidikan yang adil dan merata. Dengan demikian, Laskar Pelangi tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga media edukatif yang dapat membangun kesadaran kritis dan nilai-nilai keadilan sosial di kalangan generasi muda.
Implementasi Program Keagamaan sebagai Upaya Pembinaan Akhlak Peserta Didik Amira Putri Salsabila; Zahriyah Simargolang
An-Nuha Vol 6 No 1 (2026): Islamic Education
Publisher : Prodi Pendidikan Keagamaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/annuha.v6i1.790

Abstract

This study aims to describe the implementation of religious programs and analyze how these programs contribute to the moral development of students at SMP Negeri 40 Padang. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the religious programs at SMP Negeri 40 Padang are implemented through several activities, including weekly Qur’anic recitation (tadarus), tahfizh, the recitation of Asmaul Husna, congregational zuhr prayer, the Students’ Prayer Movement (GPS), muhadarah, and the Qur’anic Learning Program (TPQ). All activities are carried out systematically and supported by Islamic Education teachers, the vice principal for student affairs, and other teachers. The results show that the implementation of religious programs has a significant contribution to students’ moral development, particularly in aspects of discipline, manners, responsibility, honesty, and spiritual awareness. These religious activities function as a habituation process that shapes positive behavior through continuous and structured worship practices. Furthermore, the school’s religious environment and the teachers’ role modeling strengthen the internalization of moral values among students. Therefore, the religious programs at SMP Negeri 40 Padang are considered effective in supporting students’ moral development and may serve as a relevant model for other schools in strengthening character education based on Islamic values.