Fikry Awaludin
Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Motif Pembatasan Penggunaan Ponsel di Sekolah Fikry Awaludin; Erda Fitriani
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i2.514

Abstract

Kebijakan pembatasan penggunaan ponsel di sekolah menjadi respons terhadap tingginya penetrasi internet di Indonesia 80,66% pada tahun 2025 dan dampak negatifnya terhadap konsentrasi, kesehatan, serta kreativitas siswa, namun sebagian besar penelitian sebelumnya lebih menyoroti implementasi kebijakan daripada motif penerapannya. Artikel ini bertujuan untuk mengisi gap tersebut dengan menganalisis motif sekolah menerapkan pembatasan ponsel berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat di SMAN 10 Padang melalui perspektif fenomenologi Alfred Schutz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih melalui purposive sampling yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi, dan studi dokumenta, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dua kategori motif utama: motif sebab (because motive) akibat regulasi pemerintah daerah sebagai respons terhadap distraksi belajar dan ketergantungan, karena kurangnya fokus siswa, kesehatan siswa yang terganggu, kurangnya kreativitas siswa, menurunnya interaksi sosial, paparan negatif dari ponsel dan rendahnya disiplin siswa, serta motif tujuan (in-order-to motive) untuk membentuk kebiasaan penggunaan ponsel yang lebih bijak, meningkatkan nilai dan prestasi siswa, serta meningkatkan minat belajar siswa. Meski implementasi mencapai 90% efektivitas dengan loker penyimpanan dan SOP, tantangan pengawasan masih ada. Penelitian ini menegaskan bahwa pembatasan ponsel perlu dukungan kolaboratif sekolah dan orang tua agar menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Revitalisasi Stasiun Lambuang: Dampak Transformasi dari Sta-siun ke Pusat Kuliner Terhadap Ekonomi Masyarakat Lokal Ko-ta Bukittinggi Yoga Hadi Prasetya Suarni; Tari Fitriani; Rani Kartika; Widia Delfita Sari; Fikry Awaludin; Rahmi Atika Azwir; Windi Mardiani; Ega Bayolla; Fauzan Fauzan; Clara Risti Mulana; Berthan Kurniawan; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya revitalisasi Stasiun Lambuang sebagai bentuk perubahan fungsi Kawasan, dari stasiun ke pusat kuliner dan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat lokal. Penelitian ini menarik untuk dikaji karena terdapat peningkatan UMKM akibat perubahan fungsi stasiun lambuang menjadi pusat kuliner. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional oleh Talcott Parsons. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di Stasiun KA Bukittinggi, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan 7 orang informan dengan kriteria masyarakat, pedagang, wisatawan, dan pelaku wisata. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dengan mengamati bagaimana aktivitas masyarakat dan pedagang khususnya di stasiun. Wawancara yang peneliti lakukan dengan menanyakan hal-hal yang berkaitan dampak perubahan pada sektor ekonomi. Dokumentasi yang digunakan peneliti kondisi Pasar Kuliner di Stasiun Lambuang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Revitalisasi Stasiun Lambuang ini memberikan manfaat signifikan, yaitu pertama, Revitalisasi ini menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi Masyarakat lokal. Kedua, Revitalisasi Stasiun Lambuang mendorong pertumbuhan UMKM di sekitarnya yaitu sebanyak 116 pelaku UMKM di kawasan kuliner Stasiun Lambuang. Ketiga, Revitalisasi tersebut meningkatkan daya tarik wisatawan. Keempat, Revitalisasi ini memperkuat identitas budaya lokal melalui pengembangan infrastruktur yang masih mempertahankan aspek historis dan arsitektur bangunan. Kelima, terdapat penurunan pendapatan UMKM karena masih kurangnya pelatihan dan promosi dari pihak terkait.