This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Ramadani Fitriyah Harahap
Universitas Negeri Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Media Sosial Sebagai Sarana Kritik Masyarakat Terkait Paslon Gubernur di Sumatera Barat Nurhaliza Maharani; Qavka Navisa; Muhammad Rizki Alvarizi; Nurida Wita; Ramadani Fitriyah Harahap; Mira Hasti Hasmira; Novia Amirah Azmi; AB Sarca Putera
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.38

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran media sosial sebagai sarana ataupun alat bagiĀ  masyarakat dalam menyampaikan kritik. Berdasarkan perspektif teori media kritik yang diusulkan oleh Frankfurt School, media itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyampaian informasi saja, akan tetapi juga berfungsi sebagai agen tertentu yang dapat membantu dan membentuk kesadaran sosial dan politik. Media sosial dianggap sebagai platform yang efektif untuk menyampaikan kritik dan aspirasi masyarakat, karena di media sosial siapapun bisa berkritik tanpa diketahui identitas sekalipun, terutama dalam kegiatan politik yang kompetitif seperti pilkada. Melalui pendekatan studi pustaka serta wawancara dengan beberapa mahasiswa, ditemukan bahwa media sosial memfasilitasi partisipasi politik masyarakat dengan cara menyediakan ruang untuk kritik publik terhadap kandidat. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa media sosial menjadi alat yang dapat memengaruhi persepsi atau pandangan politik publik dan membantu masyarakat dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini juga berfokus pada bagaimana media sosial meskipun sering sekali menjadi sarana informasi, media sosial tetap berperan penting dalam mengungkapkan suara masyarakat yang tidak terdengar oleh media konvensional.
Dampak Pembangunan Pasar Raya Fase VII dalam Mewujudkan Ketertiban Berdagang Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Raya Padang Ramadani Fitriyah Harahap; Pujawulan Dari; Delmira Syafrini; Mutia Puspita Sari; Stefani Karina Syafitri; Nur Aini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.61

Abstract

Pembangunan Pasar Raya Fase VII di Kota Padang merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memodernisasi pasar tradisional. Tujuannya adalah menciptakan pasar yang lebih rapi, bersih, dan efisien. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana dampak pembangunan pasar raya fase VII dalam mewujudkan ketertiban berdagang pedagang kaki lima (PKL) di pasar paya padang.Teori yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian ini adalah teori modernisasi oleh Walt Whitman Rostow. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan Informan menggunakan teknikĀ  purposive sampling, informan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dilakukan secara langsung di pasar raya untuk melihat kondisi pasar raya fase VII dan aktivitas para PKL. Selanjutnya wawancara mendalam dilakukan dengan para informan guna untuk mengatahui bagaimana pandangan mereka terhadap proses dan dampak dari pembangunan pasar raya fase VII dan studi dokumentasi terhadap arsip, foto. Selain itu, peneliti juga mengambil beberapa dokumentasi untuk menguatkan data informasi seperti foto, arsip, dan dokumen kebijakan terkait pembangunan pasar. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif dari Miles dan Huberman melalui empat tahap analisis yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dampak pembangunan pasar raya fase VII telah terjadi peningkatan akses pembangunan pasar raya fase VII, gangguan lingkungan penataan pasar raya fase VII dan penurunan pendapatan akibat relokasi pedagang ke gedung pasar raya fase VII.
Dampak Pembangunan Destinasi Wisata Homestay Berkelanjutan Berbasis Komunitas di Daerah Alahan Panjang Ramadani Fitriyah Harahap; Raihani Sava Alzena; Muhammad Rizki Alvarizi; Delmira Syafrini; Putri Cindy Clarissa; Irvan Rasyid; Rezki Amelia Safitri; Renaldi Aprinel Putra; Lovia Phica Yola Emilza; Bunga Dinda Pertama
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembangunan homestay berbasis komunitas terhadap pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, hubungan sosial dan kelestarian lingkungan. Pembangunan destinasi wisata dan homestay di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, telah membawa dampak signifikan terhadap aspek ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan masyarakat lokal. Teori yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian ini adalah teori struktural fungsional oleh Talcott Parsons. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan informan menggunakan teknik purposive sampling, informan dalam penelitian ini berjumlah delapan orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi secara langsung di Alahan Panjang untuk melihat kondisi suasana homestay. Selanjutnya wawancara mendalam dilakukan dengan para informan guna untuk mengetahui bagaimana pandangan mereka terhadap dampak pembangunan destinasi wisata homestay berkelanjutan berbasis komunitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah interaktif dari Miles dan Huberman melalui empat tahap analisis yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan wisata ini telah meningkatkan pendapatan masyarakat lokal dan pengembangan usaha kecil, dan menengah, keterlibatan aktif masyarakat dalam mengambil keputusan dan bermusyawarah di setiap pembangunan, eksistensi budaya dan nilai - nilai tradisi masih dipertahankan, keindahan alam yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung.