This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Siti Faizah Atika Maisyah
Universitas Negeri Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelestariaan Warisan Budaya Masyarakat Melalui Festival Pacu Jawi di Tanah Datar Ratih Haifa Putri; Siti Faizah Atika Maisyah; Indah Syafitri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan festival pacu jawi sebagai bentuk pelestarian budaya lokal masyarakat Tanah Datar. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dengan memahami nilai-nilai budaya yang terkandung dalam festival pacu jawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung berbagai aktivitas budaya yang berlangsung selama pelaksanaan festival pacu jawi di Tanah Datar. Teknik pemilihan informan menggunakan Teknik purposive sampling. Jumlah informan penelitian ini 5 orang, dengan kriteria informan Joki, Panitia, Kepala Pacu Jawi dan Kepala Sekbid Olahraga Dinas Pariwisata Tanah Datar. Studi dokumentasi dilakukan dengan memotret fenomena yang berkaitan dengan penelitian festival pacu jawi. Teknik analisis data interaktif dari Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil Penelitian dari festival pacu jawi terdapat asal usul dan transformasi pacu jawi, memberikan edukasi gotong royong antara masyarakat Pariangan, serta masih terlaksananya tradisi dalam pembukaan pacu jawi.
Perubahan Sosial Masyarakat Pasca Bencana di kawasan Batu Busuk Kecamatan Pauh Kota Padang Yola Handayani; Zakiyati Zahra; Siti Faizah Atika Maisyah; Syahrurozi Maulana Putra; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.542

Abstract

Bencana alam yang terjadi di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga memengaruhi kehidupan sosial masyarakat setempat. Perubahan kondisi lingkungan pasca bencana menyebabkan terjadinya perubahan dalam pola interaksi sosial, solidaritas, aktivitas sosial, serta hubungan antar anggota masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kehidupan sosial masyarakat Batu Busuk pasca bencana ditinjau dari perspektif perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian dipilih secara purposive dengan mempertimbangkan keterlibatan dan pengalaman mereka terhadap dampak bencana. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang yang terdiri dari Masyarakat yang terdampak bencana. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bencana telah mendorong terjadinya perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat Batu Busuk. Perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya solidaritas dan gotong royong dalam proses pemulihan pasca bencana, perubahan pola interaksi sosial antar warga, penyesuaian mata pencaharian sebagian masyarakat akibat perubahan kondisi lingkungan, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Selain itu, masyarakat juga menunjukkan kemampuan beradaptasi melalui penguatan jaringan sosial dan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan pasca bencana. Dari perspektif perubahan sosial, bencana menjadi faktor eksternal yang mempercepat terjadinya perubahan dalam struktur sosial, pola hubungan sosial, dan perilaku masyarakat. Meskipun menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan, masyarakat Batu Busuk mampu beradaptasi serta membangun kembali kehidupan sosialnya secara bertahap menuju kondisi yang lebih tangguh terhadap risiko bencana di masa mendatang.
Budaya Pemberian Hadiah dalam Momen Seminar Proposal: Studi Sosiologi Budaya di Kalangan Mahasiswa Nindya Shafwa; Hanafi Saputra; Mela Yuliana; Rahma Juita; Laras Andira; Siti Faizah Atika Maisyah
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.621

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya budaya pemberian hadiah pada momen seminar proposal dan ujian komprehensif di kalangan mahasiswa Universitas Negeri Padang yang telah menjadi bagian dari praktik sosial dalam lingkungan kampus. Fenomena ini tidak lagi dimaknai sebagai tindakan sukarela semata, tetapi juga sebagai simbol apresiasi, dukungan sosial, dan penanda hubungan pertemanan yang memengaruhi pola interaksi antarmahasiswa. Di sisi lain, budaya tersebut berpotensi menimbulkan tekanan sosial berupa rasa sungkan dan kewajiban tidak tertulis untuk memberikan atau membalas hadiah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna budaya pemberian hadiah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian berjumlah 7 mahasiswa yang pernah memberikan maupun menerima hadiah pada momen seminar proposal dan ujian komprehensif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya pemberian hadiah dimaknai sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan akademik, simbol perhatian dan dukungan emosional, serta penanda kedekatan hubungan sosial. Keberlangsungan budaya ini dipengaruhi oleh lingkungan sosial kampus, pewarisan kebiasaan antarangkatan, media sosial, dan hubungan timbal balik dalam pertemanan. Meskipun memperkuat solidaritas dan relasi sosial mahasiswa, praktik ini juga dapat menimbulkan tekanan sosial berupa rasa sungkan dan kewajiban tidak tertulis untuk membalas pemberian. Implikasi penelitian menunjukkan pentingnya membangun budaya apresiasi yang lebih menekankan ketulusan, dukungan emosional, dan kehadiran sosial daripada nilai material hadiah.