Herdi Sahrasad
Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Corona Pandemic, Lockdown Dilemma In Indonesia And The Need Of The Social-Economic Solidarity: A Lesson From The Past Herdi Sahrasad; Aris Arif Mundayat; Al Chaidar
Jurnal Peradaban Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Peradaban
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/4vvvgb98

Abstract

Studi ini mengkaji berbagai cara akademisi, ulama, dan kyai Muslim di Indonesia pada tahun 2020 menanggapi pandemi Corona (Covid-19), dan bagaimana hal ini menyebabkan kebingungan di antara orang-orang yang tidak mengenal prinsip-prinsip Islam. Mereka berpendapat bahwa penggunaan pengobatan farmasi dan medis untuk memerangi pandemi Corona (Covid-19) sejalan dengan aspirasi manusia yang lebih luas untuk perdamaian dan kesejahteraan global. Meskipun mengalami kemunduran, upaya untuk mencapai tujuan ini terus berlanjut. Respons emosional oleh beberapa cendekiawan Muslim dan lembaga keagamaan menyebabkan kekecewaan dan skeptisisme yang meluas di dalam dan keluarnya beberapa sekte Muslim. Pemerintah juga kehilangan kesempatan untuk mendorong reformasi yang lebih tercerahkan, manusiawi, dan beradab. Selama era produksi kekuasaan, peluang seperti ini sering muncul. Banyak antropolog dan ilmuwan sosial lainnya yang telah menyelidiki dampak mendalam dari penyakit, pandemi, dan bencana alam, baik yang diakibatkan oleh kesalahan manusia atau perubahan iklim yang besar, disebut sebagai otoritas dalam konteks ini. Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia tengah mengalami sejumlah transformasi mendadak yang telah menyebabkan pergolakan masyarakat yang meluas tanpa tujuan yang jelas. Di sini mereka belajar dari masa lalu bahwa solidaritas sosial dan ekonomi sangat penting dalam mengurangi dampak pandemi global yang menghancurkan. Para penulis menggunakan strategi kualitatif berdasarkan analisis dokumen dan tinjauan pustaka untuk mendukung temuan mereka. Mereka juga meneliti literatur tentang keyakinan Islam, pergeseran masyarakat, dan dampak pandemi. Analisis wacana kritis digunakan untuk menganalisis bagaimana bahasa digunakan untuk menghasilkan makna dan hubungan kekuasaan dalam teks, sementara analisis tematik digunakan untuk menemukan tema dan pola utama dalam data dan literatur. Akademisi, ulama, dan ulama Muslim dibahas, dan berbagai sudut pandang serta argumen mereka dipertentangkan dan dianalisis dalam kaitannya dengan konsekuensinya bagi reformasi, integrasi sosial dan persatuan masyarakat.
Indonesia, Debt Burden and Development in the Era of Joko Widodo: A Critical Note Herdi Sahrasad
Jurnal Peradaban Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Peradaban
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/xm7hkj23

Abstract

Indonesia's economy under Jokowi confronts severe corruption and an escalating debt burden. The populace confronts a deterioration in economic growth and purchasing capacity. Indonesia faces the risk of becoming a "systemically failed state" due to its excessive debt payments outpacing its allocation for healthcare and education, according to UN Secretary General Antonio Guterres. Sri Mulyani Indrawati, Indonesia's Minister of Finance, stated that 40% of the population would be classified as impoverished according to the World Bank's poverty threshold. This is the PPP value, denoting purchasing power parity. Developing nations in Southeast and South Asia, along with the remainder of Asia, are on the brink of an economic catastrophe, prompting a warning from the UN. More severe than the crises of 2008 and the COVID-19 pandemic of 2020, as stated by the international organization.