Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sintesis Zeolit dari Abu Terbang Batubara untuk Penjerapan Amonium pada Air Limbah Peternakan Rafin Mahendra; Lalu Auliya Akraboe Littaqwa; Muhsinun Muhsinun
Trends Research of Environmental Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Trends Research of Environmental Studies, June 2025
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/tres.v2i1.709

Abstract

Pencemaran amonium pada air limbah peternakan merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang memerlukan teknologi pengolahan yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis zeolit dari abu terbang batubara menggunakan metode alkali fusion-hidrotermal dan mengevaluasi kinerjanya dalam menjerap amonium pada air limbah peternakan. Abu terbang direaksikan dengan NaOH pada suhu 550°C selama 1 jam dan dikristalisasi secara hidrotermal pada suhu 100°C selama 24 jam untuk menghasilkan zeolit tipe NaA. Hasil karakterisasi menunjukkan peningkatan kapasitas tukar kation dari 38,6 menjadi 176,4 meq/100 g setelah proses sintesis. Pengujian adsorpsi dilakukan menggunakan variasi dosis adsorben 1–8 g/L, waktu kontak 15–120 menit, dan konsentrasi awal amonium 25–200 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penyisihan amonium meningkat dari 52,8% pada dosis 1 g/L menjadi 91,7% pada dosis 8 g/L. Kondisi optimum diperoleh pada dosis adsorben 8 g/L dan waktu kontak 120 menit dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 31,84 mg/g. Analisis isoterm menunjukkan bahwa adsorpsi mengikuti model Langmuir dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,987, sedangkan model kinetika pseudo-second-order memberikan kecocokan terbaik dengan nilai R² sebesar 0,992. Pengujian kolom kontinu menghasilkan efisiensi penyisihan rata-rata 93,4% sebelum mencapai titik breakthrough. Uji regenerasi menunjukkan bahwa zeolit masih mempertahankan 84,6% kapasitas adsorpsinya setelah lima siklus penggunaan. Hasil penelitian membuktikan bahwa zeolit berbasis abu terbang batubara memiliki kemampuan tinggi dalam menjerap amonium dan berpotensi diterapkan sebagai adsorben berbiaya rendah untuk pengolahan air limbah peternakan secara berkelanjutan.
Kajian Hubungan antara Struktur Pori Karbon Aktif dan Efisiensi Reagen Pengkhelat pada Ion Logam Berat Muhsinun Muhsinun; Emsal Yanuar
Varied Knowledge Journal Vol. 3 No. 3 (2026): Varied Knowledge Journal, February 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/vkj.v3i3.150

Abstract

This study aims to quantitatively analyze the relationship between the pore structure of activated carbon and the efficiency of chelating agents in the adsorption of heavy metal ions. Activated carbon derived from durian peel through chemical activation exhibited a specific surface area of 1850–2620 m²/g and a total pore volume of 0.85–1.42 cm³/g, with pore distribution dominated by micropores (60–70%) and mesopores (30–40%). Following modification with EDTA and EDDS, adsorption capacities significantly increased from 78.5 mg/g to 142.3 mg/g for Pb²⁺, from 65.2 mg/g to 118.7 mg/g for Cd²⁺, and from 71.4 mg/g to 126.5 mg/g for Cu²⁺. The maximum removal efficiency reached 94.6% at pH 6 with a contact time of 120 minutes. The Langmuir isotherm model showed a strong fit to the experimental data (R² = 0.981–0.996), with maximum adsorption capacities (qmax) ranging from 130 to 155 mg/g for modified activated carbon. Kinetic analysis revealed that the pseudo-second-order model provided the best fit (R² > 0.99), indicating that chemisorption was the dominant mechanism. The intraparticle diffusion coefficient increased by 35–48% in activated carbon with higher mesopore distribution. Correlation analysis indicated that mesopore volume had a stronger influence on chelation efficiency (r = 0.87) compared to total surface area (r = 0.72). These findings confirm that the synergy between pore structure and chemical modification significantly enhances adsorption efficiency in a measurable and systematic manner.