Abdul Madjid
Universitas Sains Al Quran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Krakter Religius Siswa Kelas VII SMP Ilmu Al Quran Villa Kuda Mas Muara Baru Kayuagung Palembang Jodi Anggara; Abdul Madjid
Jurnal Reflektif Vol 1 No 1 (2024): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui karakter siswa siswa kelas VII di SMP Ilmu Al Quran Villa Kuda Mas Muara Baru Kayu Agung Palembang. (2) Untuk mendeskripsikan peran guru agama Islam dalam pembentukan karakter religius siswa Kelas VII SMP Ilmu Al Quran Villa Kuda Mas Muara Baru Kayu Agung Palembang. (3) Untuk mendeskripsikan faktorfaktor pendukung dan penghambat yang dihadapi guru pendidikan agama Islam dalam pendidikan karakter religius siswa Kelas VII SMP Ilmu Al Quran Villa Kuda Mas Muara Baru Kayu Agung Palembang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orangorang dan perilaku dapat diamati. Data yang diperoleh peneliti melalui kegiatan observasi, wawancara dan dokumentasi telah terkumpul. Setelah data terkumpul kemudian dirangkum menjadi kalimat yang lebih mudah dipahami oleh pembaca. Penelitian dilakukan di kelas VII SMP Ilmu Al Quran Villa Kuda Mas Muara Baru Kayu Agung Palembang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis oleh peneliti, didapatkan hasil sebagai berikut: (1) Karakter religius siswa kelas VII SMP Ilmu Al-Qur’an Villa Kudamas dapat dikategorikan baik. Siswa rata-rata menunjukkan karakter yang baik dan sesuai dengan nilai-nilai islami yang ditanamkan di sekolah. Siswa kelas VII senantiasa berusaha untuk mempraktikkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi ada beberapa siswa yang masih perlu bimbingan ekstra agar lebih sadar tentang pentingnya karakter rsligius. (2) Guru PAI di SMP Ilmu Al-Qur’an Villa Kudamas sudah memiliki program pembiasaan yang berjalan dengan konsisten dan berkesinambungan. Fasilitas sekolah yang mendukung juga menjadi sarana proses pembelajaran kondusif. (3) Faktor pendukung pembentukan Karakter Religius Siswa Kelas VII SMP Ilmu Al-Qur’an Villa Kudamas lingkungan sekolah yang kondusif. Latar belakang lingkungan pesantren juga menjadikan anak mendapat double bimbingan karakter religius. Tenaga pendidiknya mendukung ditambah ustadz/ustadzah dipondok juga mendukung. Faktor penghambat yang dihadapi guru PAI yaitu, latar belakang keluarga siswa yang beragam. Kesibukan orangtua hingga kurangnya pemantauan dan kurangnya kesadaran karakter religius menjadikan kurangnya dukungan. Keterbatasan waktu belajar di sekolah menjadikan kurang pemantauan dari guru PAI secara langsung.
PERAN KOMPETENSI SOSIAL GURU PAI DALAM MENGURANGI BULLYING SISWA DI SMP AL-IMAN PARAKAN Kurnia Pawitri; Abdul Madjid
Jurnal Reflektif Vol 1 No 1 (2024): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana kemahiran guru PAI dalam mengurangi bullying pada siswa di SMP Al-Iman Parakan. Temuan penelitian tersebut antara lain sebagai berikut: 1. Guru PAI mempunyai tugas dan hak untuk berperan dalam menurunkan angka kejadian bullying di SMP Al-Iman Parakan dengan berperan sebagai guru Pendidikan Agama Islam. 2. Tanggung jawab guru PAI dalam menyampaikan ilmu agama melalui pembelajaran yang memuat konsep empati, toleransi, dan menumbuhkan semangat saling menghargai. Pengajaran tersebut merupakan bagian dari pemahaman keagamaan dalam bidang akhlak dan aqidah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif menurut penulis. Untuk mengungkap gejala secara holistik dan kontekstual, penelitian kualitatif mengumpulkan data dari latar alam dengan menggunakan peneliti sebagai instrumen fundamental. Kesimpulannya tidak diperoleh melalui teknik statistik atau jenis penghitungan lainnya. Penelitian deskriptif kualitatif termasuk dalam penelitian ini. Sebab, temuan penelitian yang menyajikan data nyata yang dikumpulkan dari lapangan, membuktikan hal tersebut. Kajian ini mencirikan segala sesuatu dalam keadaan alamiahnya.