Zainul Faizien Haza
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Stabilitas Lereng Menggunakan Program Geostructural Finite Element Analysis Dan Roclab Studi Kasus : Jalan Planjan Baron Tepus Sta 8+450 (Student Version) Tito Tria Febriati; Zainul Faizien Haza; Angga Darmawan; Dewi Sulistyorini
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2021): Volume 6. No. 2 Agustus 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis stabilitas lereng adalah salah satu cara untuk menentukan kondisi aman atau tidak aman lereng tersebut dari kelongsoran. Pada era 1990 an analisis bangunan perancangan tanah di dasarkan pada analisis model secara deterministik. Meskipun pendekatan deterministik telah di pakai secara luas, namun pada kenyataan nya hampir seluruh properties tanah sangat bervariasi dan kemudian sifat homogen sangat jarang terjadi (Listyawan, 2006). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan nilai SF antara metode Fellenius dengan metode Geostructural Finite Element Analysis dan untuk Mengetahui berapa kemiringan lereng yang harus di capai agar mendapatkan nilai SF yang aman dari longsoran . Hasil penelitian ini berhasil membuat model 2D lereng menggunakan Geostructural Finite Element Analysis. Penelitian ini juga menghasilkan suatu bahan perbandingan Nilai SF antara metode Fellenius dan Metode Geostructural Finite Element Analysis. Perbandingan nilai SF antara metode fellenius dengan analisis menggunakan program GeoStructural Finite Element Analysis dengan kemiringan 1V : 1,5H diperoleh nilai SF untuk metode Fellenius sebesar 0,431 dan program GeoStructural Finite Element Analysis sebesar 2,04. Berdasarkan kedua hasil analisis tersebut, nilai SF yang diperoleh belum mencapai kategori kemiringan stabil dengan selisih sebesar 1,609. Untuk mendapatkan kategori kemiringan lereng stabil maka diperlukan lereng dengan kemiringan 1V : 1H dengan perkuatan trap (h = 4m) sehingga diperoleh nilai SF sebesar 1,52.
Pengaruh Beban Gempa Terhadap Stabilitas Dinding Penahan Tanah (Studi Kasus Proyek Preservasi Ruas Jalan Pasar Plono – Kebun Teh Nglinggo) Widarto Sutrisno; Dewi Sulistyorini; Zainul Faizien Haza; Latif Putra Pradana
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2022): Volume 7. No.1 Februari 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan dinding penahan tanah dalam proyek merupakan salah satu upaya dalam penanganan tanah longsor dengan sebagai perkuatan lereng. Perencanaan dinding penahan tanah diperhitungkan secara teliti agar kesalahan perencanaan tidak terjadi. Perkuatan dengan dinding penahan tanah tersebut bertujuan agar meminimalisir terjadinya longsoran terhadap pembangunan jalan di Proyek Preservasi Ruas Jalan Pasar Plono – Kebun Teh Nglinggo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor keamanan lereng dan perencanaan dinding penahan tanah sebagai perkuatan pada lereng. Metode yang digunakan untuk perhitungan faktor keamanan lereng adalah metode Fellinius (1927). Hasil dari perhitungan faktor keamanan dengan R = 6.6 m didapatkan angka keamanan sebesar F = 0.97, dengan angka tersebut maka dapat dikategorikan sebagai lereng mudah longsor. Sebagai perkuatan pada lereng digunakan dinding penahan tanah dengan dimensi H = 7.1 m, B = 3.3 m. Perhitungan stabilitas dinding penahan tanah dihitung dengan 3 kondisi. Pada kondisi normal tanpa beban tambahan didapatkan nilai keamanan terhadap guling (Fgl) = 2.77 > 2 aman dan nilai keamanan terhadap geser (Fgs) = 2.15 > 1.5 aman. Pada kondisi normal dengan beban tambahan nilai faktor keamanan terhadap guling (Fgl) = 2.61 > 2 aman, faktor keamanan terhadap geser (Fgs) = 2.04 > 1.5 aman. Pada kondisi gempa didapatkan faktor keamanan terhadap guling (Fgl) = 1.61 > 1.25 aman, faktor keamanan terhadap geser (Fgs) = 1.01 > 1.25 tidak aman. Untuk faktor keamanan terhadap keruntuhan didapatkan angka keamanan sebesar 4.338 > 3 aman. Penulangan pada dinding penahan didapatkan untuk tulangan pokok memakai D19~150 dan untuk tulangan bagi memakai D16~200.