Pembangunan dinding penahan tanah dalam proyek merupakan salah satu upaya dalam penanganan tanah longsor dengan sebagai perkuatan lereng. Perencanaan dinding penahan tanah diperhitungkan secara teliti agar kesalahan perencanaan tidak terjadi. Perkuatan dengan dinding penahan tanah tersebut bertujuan agar meminimalisir terjadinya longsoran terhadap pembangunan jalan di Proyek Preservasi Ruas Jalan Pasar Plono – Kebun Teh Nglinggo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor keamanan lereng dan perencanaan dinding penahan tanah sebagai perkuatan pada lereng. Metode yang digunakan untuk perhitungan faktor keamanan lereng adalah metode Fellinius (1927). Hasil dari perhitungan faktor keamanan dengan R = 6.6 m didapatkan angka keamanan sebesar F = 0.97, dengan angka tersebut maka dapat dikategorikan sebagai lereng mudah longsor. Sebagai perkuatan pada lereng digunakan dinding penahan tanah dengan dimensi H = 7.1 m, B = 3.3 m. Perhitungan stabilitas dinding penahan tanah dihitung dengan 3 kondisi. Pada kondisi normal tanpa beban tambahan didapatkan nilai keamanan terhadap guling (Fgl) = 2.77 > 2 aman dan nilai keamanan terhadap geser (Fgs) = 2.15 > 1.5 aman. Pada kondisi normal dengan beban tambahan nilai faktor keamanan terhadap guling (Fgl) = 2.61 > 2 aman, faktor keamanan terhadap geser (Fgs) = 2.04 > 1.5 aman. Pada kondisi gempa didapatkan faktor keamanan terhadap guling (Fgl) = 1.61 > 1.25 aman, faktor keamanan terhadap geser (Fgs) = 1.01 > 1.25 tidak aman. Untuk faktor keamanan terhadap keruntuhan didapatkan angka keamanan sebesar 4.338 > 3 aman. Penulangan pada dinding penahan didapatkan untuk tulangan pokok memakai D19~150 dan untuk tulangan bagi memakai D16~200.