Iskandar Yasin
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Struktur Gedung Perkantoran Tiga Lantai di Kabupaten Sleman Terhadap Beban Gempa SNI 1726:2019 Hironimus Pahur; Dewi Sulistyorini; Iskandar Yasin; Agus Priyanto
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2021): Volume 6. No. 2 Agustus 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan bertingkat sebagai salah satu kebutuhan prioritas pada suatu institusi karena semakin berkurangnya lahan dan mahalnya harga tanah . Sehingga hal penting yang harus diperhatikan dalan membuat bangunan bertingkat adalah perilaku dari struktur ketika terjadi gempa dan kapasitas dari elemen struktur yang tersedia untuk menahan beban akibar gempa. Gedung Perkantoran Tiga Lantai di Kabupaten Sleman Yogyakarta dibentuk berdasarkan sistem rangka ruang yang diasumsikan berada pada tanah sedang (SD) dan dianalisis berdasarkan Sistem Rangka Beton Bertulang Pemikul Momen Khususm (SRPMK). Dengan mutu beton,fy = 30 MPa, mutu baja tulangan polos, fy = 235 MPa untuk diameter ≤ 12 mm dan mutu baja tulangan ulir, fy = 390 Mpa untuk diameter >12 mm. Pembebanan yang digunakan mengacu pada PPURG 1983 dan SNI 1726:2019, untuk standar ketahanan gempa mengacu pada SNI:1726:2019, dan kapasitas elemen struktur beton mengacu pada SNI 2847:2019. Berdasarkan analisis Respon Dinamik diperoleh hasil mode 1 nilai faktor translasi UY memberikan yaitu 65,34%, pada mode 2 nilai faktor translasi UX memberikan angka yaitu 65,72%. Pada mode 3 nilai RZ dominan yaitu 73,49%. Beban geser dasar nominal statik ekivalen V untuk bangunan ini, diambil dari nilai terbesar antara 100% V dan Vt. Hasil beban gempa untuk arah x dengan period Tx 0,5360 detik, geser dasar dinamik, Vtx 938,0513 kN dan beban gempa untuk arah y dengan period Ty 0,5415 detik, geser dasar dinamik, Vty 2108,9949 kN. Rasio tulangan maksimum dan minimum (1% sampai 8%) untuk K1, K2 dan K3 berturut-turut 1,19%, 1,19% dan 1,18%.
Kinerja Struktur Gedung Bertingkat Terhadap Beban Gempa Respon Spektrum (Studi Kasus : Zona 2 Apartemen Yogyakarta) Retno Mawarti; Dimas Langga Chandra Galuh; M.Afif Shulhan; Iskandar Yasin
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2022): Volume 7. No.1 Februari 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis dinamik respon spektrum merupakan salah satu sarana untuk mengetahui persyaratan parameter bangunan tahan gempa dan untuk melakukan pengecekan kapasitas suatau elemen struktur. Analisis ini dinilai dapat memberikan hasil perhitungan yang lebih akurat dibandingkan dengan analisis statik ekuivalen. Oleh karena itu, dipilihlah metode analisis dinamik respon spektrum guna melakukan upaya penelitian analisis kinerja struktur pada salah satu bangunan gedung bertingkat di Kota Yogyakarta yaitu Zona 2 Apartemen Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja struktur apartemen tersebut ditinjau berdasarkan nilai drift, displacement dan base shear serta untuk mengetahui kinerja kapasitas struktur atas yakni balok, kolom, pelat lantai dan shear wall. Hasil analisis menunjukkan bahwa gedung ini memenuhi beberapa parameter persyaratan bangunan tahan gempa. Hal ini dibuktikan bahwa pola ragam getar mode-1 dan mode-2 merupakan translasi arah X dan Y sedangkan mode-3 merupakan deformasi rotasi. Modal participation mass ratio menunjukkan struktur mencapai 90% pada mode shape 11 untuk sumbu X dan mode shape 18 untuk sumbu Y. Base shear yang diperoleh telah memenuhi persyaratan yakni Vt harus lebih besar 100% V. Syarat sistem ganda memenuhi persyaratan SNI 1726-2019 karena shear wall hanya memikul sebesar 9,594% gaya seismik pada arah X dan 69,005% pada arah Y. Gedung ini aman dan tidak melebihi batas izin terhadap beban gempa rencana ditinjau dari drift, pengaruh P-Delta, kinerja batas layan dan kinerja batas ultimit. Hasil analisis pengecekan kapasitas elemen struktur atas yaitu balok, kolom, pelat lantai dan shear wall aman dan tidak perlu didesain ulang ditinjau dari persyaratan gaya dan geometri serta persyaratan kapasistas lentur, geser dan torsi.