Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kinerja Simpang Tiga Bersinyal Menggunakan Metode MKJI 1997 (Studi Kasus: Simpang Tiga Berjan Purworejo) Hesti Anggita; Eko Riyanto; Larashati B'tari Setyaning
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v8i2.15928

Abstract

Simpang Tiga Berjan merupakan salah satu simpang yang padat akan lalu lintas kendaraan. Simpang tersebut terletak pada kawasan bangkitan dan tarikan pergerakan sehingga menyebabkan sering terjadi kemacetan karena tingginya arus lalu lintas dan mengakibatkan tingginya waktu tunggu. Hal ini juga menyebabkan arus lalu lintas meningkat terutama pada jam-jam tertentu. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu solusi yang efisien. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Simpang Tiga Bersinyal dengan metode MKJI 1997 dan menganalisa solusi untuk meningkatkan kinerja Simpang Tiga Bersinyal Berjan. Pengumpulan data primer dilakukan dengan survei geometrik, kondisi lingkungan, dan volume lalu lintas yang diambil selama tiga hari yaitu hari senin, kamis, dan minggu dengan jam sibuk pagi 06.30 – 08.30, siang 12.00 – 14.00 dan jam sibuk sore 15.30-17.30. Data sinyal lampu lalu lintas didapatkan di lapangan dengan cara menghitung setiap pendekat. Data sekunder berupa jumlah penduduk yang diambil dari Badan Dinas terkait Kependudukan seperti Badan Pusat Statistik. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode Simpang Bersinyal MKJI 1997. Hasil analisis kondisi eksisting operasional simpang menunjukan nilai DS  terbesar  pada pendekat Selatan yaitu 0,8193 yang berarti bahwa kondisi simpang ini dalam keadaan  kurang baik. Untuk tundaan simpang rata-rata 61,8155  det/smp, sehingga didapat tingkat pelayanan simpang bernilai F (buruk). Rekomendasi solusi terbaik yang dapat dilakukan yaitu menggunakan alternatif III dengan melakukan pelebaran jalan pada setiap lajur dan perubahan waktu siklus karena didapat nilai DS = 0,7576 (<0,85) dan tundaan rata-rata = 35,3523 det/smp dengan tingkat pelayanan D lebih meningkat daripada kondisi eksisting.