Witantri Dwi Swandini
Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pertumbuhan Piutang Buy Now Pay Later, Likuiditas dan Risiko Kredit Terhadap Profitabilitas Perusahaan Pembiayaan Di Indonesia Lilis Yulita; Thoyibatun Nisa; Witantri Dwi Swandini
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 17 No. 3 (2025): Special Issue
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v17i3.1291

Abstract

Pertumbuhan Buy Now Pay Later (BNPL) dalam konteks inovasi pembiayaan teknologi telah meningkatkan peran pembiayaan kredit pada perusahaan bisnis pembiayaan di Indonesia. Namun demikian, terdapat potensi risiko likuiditas dan risiko kredit dari dorongan ini, yang dapat menghambat pendapatan bisnis. Studi ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana pertumbuhan kredit BNPL, likuiditas, dan risiko kredit memengaruhi pendapatan perusahaan bisnis pembiayaan Indonesia dalam rentang tahun 2020 hingga 2024. Tujuh perusahaan di sektor keuangan yang berada di bawah pengawasan (OJK) menjadi sumber data sekunder dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis varians untuk menelaah hubungan antarvariabel secara asosiatif. Kajian Data dilakukan melalui metode regresi panel, yang turut melibatkan pengujian Chow, Hausman, serta Lagrange Multiplier (LM) untuk menyelesaikan pemilihan model. Temuan menunjukkan bahwa model efek tetap adalah yang paling sesuai dalam penelitian ini. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pertumbuhan kredit BNPL memiliki dampak yang kecil dan merugikan terhadap laba perusahaan. Likuiditas memiliki dampak yang signifikan dan positif. Risiko kredit memiliki dampak yang kecil dan merugikan terhadap profitabilitas. Profitabilitas perusahaan bisnis keuangan secara signifikan dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut secara bersamaan. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan kredit BNPL dan risiko kredit tidak berdampak signifikan terhadap pendapatan perusahaan, sementara likuiditas merupakan aspek terpenting. Dengan demikian, pengelolaan risiko kredit dan likuiditas memiliki peranan yang sangat krusial bagi perusahaan pembiayaan kredit di era digital modern untuk menjaga profitabilitas bisnis.
Optimasi Portofolio Saham LQ45 (2021-2025): Pendekatan Single Index Model dan Implikasi Alokasi Aset Nabila maharani; Esty Apridasari; Atika Lusi Tania; Witantri Dwi Swandini
AKUA: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/akua.v5i2.7180

Abstract

The increase in domestic investor participation in the Indonesian capital market, reaching 20.3 million SID by 2025, is not always accompanied by stable stock market performance. This situation presents challenges for investors in determining an optimal stock portfolio with a measurable level of risk. This study aims to construct an optimal LQ45 stock portfolio based on return and risk levels. Furthermore, this study aims to determine the proportion of fund allocation and investment portfolio execution for investors. The research method used is descriptive quantitative, utilizing secondary data in the form of LQ45 stock closing prices, the Jakarta Composite Index (JCI), and Bank Indonesia interest rates for the period August 2021 to July 2025. The sample selection was conducted using purposive sampling technique to obtain 25 stocks that were consistently listed in the LQ45 index during the study period. The results showed that there were 10 stocks included in the optimal portfolio based on the Single Index Model. These stocks are INDF, MEDC, BBNI, PGAS, BMRI, BBCA, ITMG, ICBP, ANTM, and UNTR with different fund allocation proportions. The optimal portfolio produced an expected rate of return of 1.42% with a portfolio risk of 0.19%. This study shows that the Single Index Model is effective in forming an optimal LQ45 stock portfolio. This model can be used as a basis for investment decision making by considering the balance between risk and return.