Lukmanul Hakim
UIN SUSKA Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksistensi Tanah Sebagai Simbol Kehidupan dan Kebangkitan dalam Al-Qur`an Mansuri Hasyim; Lukmanul Hakim; Muhammad Almi; Zafran Syabil; Reli Sulyani
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v6i2.1057

Abstract

Artikel ini mengkaji eksistensi tanah sebagai simbol kehidupan dan kebangkitan dalam Al-Qur???an, berdasarkan penafsiran terhadap ayat-ayat pilihan, yaitu QS. Al-Hijr ayat 26, QS. Ar-Rahman ayat 14, dan QS. Ar-Ra???d ayat 5. Tanah tidak hanya berfungsi sebagai bahan dasar penciptaan manusia, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya kehidupan, sarana keberlangsungan ekosistem, serta pengingat akan asal-usul dan akhir kehidupan manusia. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Penelitian ini bersifat deskriptif-analitis, yang bertujuan untuk menggali makna ayat-ayat Al-Qur???an tentang eksistensi tanah serta menelusuri bagaimana para mufasir klasik dan kontemporer menafsirkannya. Melalui pendekatan Tafsir An-Nur, Tafsir Al-Azhar, dan Tafsir Al-Misbah, artikel ini menjelaskan bahwa tanah diciptakan tidak hanya sebagai unsur fisik, tetapi juga sebagai manifestasi kekuasaan Allah yang menjadi tanda kebesaran-Nya. Tanah menjadi media kehidupan sekaligus simbol kebangkitan, sebagaimana Allah menghidupkan tanah yang mati sebagai bukti bahwa Dia berkuasa menghidupkan kembali manusia pada hari kiamat. Kajian ini menegaskan bahwa penciptaan tanah mengandung pesan spiritual, ekologis, dan ilmiah yang mendorong manusia untuk senantiasa merenungkan kebesaran dan keesaan Allah Swt. Dengan menggabungkan perspektif keimanan dan ilmu pengetahuan, artikel ini menawarkan pemahaman baru tentang keterkaitan antara wahyu dan sains dalam memaknai ciptaan Tuhan. Kata kunci: Eksistensi, Tanah, Kehidupan, Kebangkitan, Al-Qur???an.
KAJIAN TEKSTOLOGIS TERHADAP MANUSKRIP MUSHAF AL-QUR’AN 07.13 DI MUSEUM SANG NILA UTAMA PEKANBARU Nahdatul Fitri; Syifa Qalbina Izzah S; Yulan Permata sari; Zazkia Fara Dinda R; Wardatul Aini; Lukmanul Hakim
Makkah: Journal Of Islamic Studies Vol. 1 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Makkah: Journal Of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the textological approach applied to the manuscript of the Qur’anic mushaf coded 07.13 preserved at the Sang Nila Utama Museum, Pekanbaru, Riau. The research is motivated by the urgency of preserving classical Qur’anic manuscripts as cultural and religious heritage that reflects the development of Islamic scholarship in the Malay world. Using a qualitative descriptive method, the manuscript is analyzed through philological and textological perspectives, including codicological elements, writing characteristics, calligraphy style, orthography, and textual variants. The theoretical foundation of this study derives from philological approaches in Islamic manuscript studies, particularly those emphasizing textual authenticity and variant comparison. The findings reveal that Mushaf 07.13 displays distinctive features of Malay manuscript traditions, such as the use of traditional Arabic calligraphy with local stylistic adaptations and consistent rasm ‘Uthmānī orthography. Several minor orthographical deviations are recorded, which enrich understanding of regional Qur’anic transmission practices. This research concludes that the textological examination of Mushaf 07.13 highlights the importance of continuous preservation and scholarly documentation of Qur’anic manuscripts in regional museums as part of safeguarding Islamic intellectual heritage.