Mansuri Hasyim
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Self-Healing dalam QS. al-Insyirah: Analisis Penafsiran Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir Edi Hermanto; Mansuri Hasyim; Putri Afrilla Rafina; Mhd. Febrianda; Putri Dewi Sholihah
Jurnal Semiotika Quran Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v4i2.25018

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep self-healing dalam perspektif Islam berdasarkan tafsir surah al-Insyirah oleh Wahbah az-Zuhaili. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian library research (studi Pustaka). Dengan demikian, artikel ini memberikan kesimpulan bahwa QS. al-Insyirah memberikan sebuah konsep self-healing, yaitu dengan memberikan bimbingan kepada umat muslim dalam menghadapi kesulitan hidup melalui keyakinan bahwa setiap tantangan akan diikuti oleh kemudahan, serta pentingnya bersandar kepada Allah dalam proses penyem-buhan diri. Wahbah az-Zuhaili memberikan penjelasan tentang hubungan antara kesulitan dan kemudahan dalam QS. al-Insyirah, serta konsep self-healing yang dapat diterapkan dalam kehidupan modern. Konsep self-healing tersebut dapat dilakukan dengan bersandar pada kekuatan spiritual, seperti sabar, tawakal, ikhlas dan optimisme. Artikel ini mengungkapkan keselarasan konsep tersebut dengan konsep psikologi modern seperti mindfulness, gratitude, dan forgiveness yang mendukung dalam proses mental secara holistik.
Eksistensi Tanah Sebagai Simbol Kehidupan dan Kebangkitan dalam Al-Qur`an Mansuri Hasyim; Lukmanul Hakim; Muhammad Almi; Zafran Syabil; Reli Sulyani
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v6i2.1057

Abstract

Artikel ini mengkaji eksistensi tanah sebagai simbol kehidupan dan kebangkitan dalam Al-Qur???an, berdasarkan penafsiran terhadap ayat-ayat pilihan, yaitu QS. Al-Hijr ayat 26, QS. Ar-Rahman ayat 14, dan QS. Ar-Ra???d ayat 5. Tanah tidak hanya berfungsi sebagai bahan dasar penciptaan manusia, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya kehidupan, sarana keberlangsungan ekosistem, serta pengingat akan asal-usul dan akhir kehidupan manusia. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Penelitian ini bersifat deskriptif-analitis, yang bertujuan untuk menggali makna ayat-ayat Al-Qur???an tentang eksistensi tanah serta menelusuri bagaimana para mufasir klasik dan kontemporer menafsirkannya. Melalui pendekatan Tafsir An-Nur, Tafsir Al-Azhar, dan Tafsir Al-Misbah, artikel ini menjelaskan bahwa tanah diciptakan tidak hanya sebagai unsur fisik, tetapi juga sebagai manifestasi kekuasaan Allah yang menjadi tanda kebesaran-Nya. Tanah menjadi media kehidupan sekaligus simbol kebangkitan, sebagaimana Allah menghidupkan tanah yang mati sebagai bukti bahwa Dia berkuasa menghidupkan kembali manusia pada hari kiamat. Kajian ini menegaskan bahwa penciptaan tanah mengandung pesan spiritual, ekologis, dan ilmiah yang mendorong manusia untuk senantiasa merenungkan kebesaran dan keesaan Allah Swt. Dengan menggabungkan perspektif keimanan dan ilmu pengetahuan, artikel ini menawarkan pemahaman baru tentang keterkaitan antara wahyu dan sains dalam memaknai ciptaan Tuhan. Kata kunci: Eksistensi, Tanah, Kehidupan, Kebangkitan, Al-Qur???an.