Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS JARINGAN KOMUNIKASI PADA PENGEMBANGAN PERTANIAN ORGANIK DI KOTA KENDARI Rahayu Endah Purwanti; Darsilan Dima; Vit Neru Satrah; Yusriadin Yusridin; Pertiwi Syarni; Normal Bivariant Padangaran
Jurnal Ilmiah Inovasi dan Komunikasi Pembangunan Pertanian Vol. 4 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Jurusan Penyuluhan Pertanian FP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56189/jiikpp.v4i2.91

Abstract

The issue of sustainability is currently a very important issue in agricultural development. Organic farming is an application of a sustainable agricultural system. The back to nature lifestyle has become a trend for some people. However, the phenomenon encountered in the field is that there are still many organic farmers who have not fully implemented organic farming cultivation techniques in accordance with the Indonesian National Standard (SNI) issued by the Indonesian National Standardization Agency (BSN) and the adoption of innovations also seems slow. This study was conducted to describe the tendency of communication network patterns in farmer women's groups so as to accelerate the process of diffusion of innovations related to the development of organic farming in Kambu District, Kendari City. The specific objectives were: (1) analyzing the role of each key informant; (2) knowing the pattern of communication networks formed in organic farming development activities. This research is a survey research using quantitative analysis. The research location is in Kambu Sub-district, Kendari City, Southeast Sulawesi Province. Data collection was conducted through surveys, in-depth interviews, focused discussions and observations. Sample determination in this study is by census. Data analysis was descriptive. The results obtained in this study are that in the KWT Manggarai communication network there are three cliques in the form of fingers centered on one individual and spread to members. The specific functions found in the KWT Manggarai communication network are star, opinion leader, liaison officer, bridge, and no isolate. The average degree of connectedness in the KWT Manggarai communication network system is 21.33 and is classified as very good.
Analisis Bauran Pemasaran Kemasan Pangan Bioplastik Antioksidan di Kota Kendari Selvi Amalia; Ilma Sarimustaqiyma Rianse; Pertiwi Syarni
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pelaku usaha sektor pangan terhadap bauran pemasaran 4P, yang mencakup aspek produk, harga, tempat, dan promosi, dan menyusun strategi yang dapat mendorong penggunaan kemasan pangan berbahan dasar bioplastik. Penelitian ini dilakukan di Kota Kendari, populasi penelitian ini adalah pelaku UMKM yang ada di Kota Kendari sedangkan teknik pengambilan sampel di tentukan dengan teknik snowball sampling dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui kuesioner dan wawancara mendalam, melibatkan 25 pelaku usaha olahan pangan yang ada di Kota Kendari periode penelitian April hingga Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden mengenai manfaat kemasan bioplastik masih tergolong rendah. Meski demikian, seluruh responden menyatakan ketertarikan untuk beralih ke kemasan tersebut apabila kualitas dan keamanannya dapat dipastikan. Faktor produk dan promosi menjadi komponen utama yang memengaruhi minat, dengan preferensi terhadap kemasan. Strategi promosi yang bersifat edukatif, seperti media sosial dan kegiatan sosialisasi langsung, dinilai paling efektif. Harga menjadi hambatan utama jika harga kemasan bioplastik lebih mahal karna mempengaruhi biaya produksi. Ketersediaan produk yang mudah diakses melalui toko plastik, platform daring, dan kerja sama dengan percetakan lokal dianggap sangat penting. Berdasarkan temuan tersebut, strategi yang direkomendasikan mencakup pengembangan variasi desain kemasan dan kualitas kemasan yang sama dengan plastik konvensiona, harga kemasan yang tidak jauh berbeda dengan kemasan yang digunakan serta pemberlakuan harga grosir bersubsidi, peningkatan distribusi secara online dan offline, serta pelaksanaan kampanye edukasi secara terintegrasi yang didukung oleh pemerintah daerah. Diharapkan hasil studi ini dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan untuk mempercepat transisi penggunaan kemasan ramah lingkungan di kalangan pelaku usaha di Kota Kendari.