Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Pendidikan Parenting : Berdasarkan At-Tahrim Ayat 6 Shofiya Shofiya; Sarwadi Sarwadi
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 1 No 04 (2025): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parenting education is a fundamental foundation in shaping a child’s character and morals from the earliest stages of life. Amid the growing challenges of parenting in the modern era marked by technological developments and shifting social values the Qur’an provides essential guidance regarding the responsibilities of parents in nurturing the family. This study aims to examine the concept of parenting education based on Surah At-Tahrim verse 6 as a normative reference for the development of Muslim families. This research employs a library research method with a thematic tafsir approach, involving analysis of various classical and contemporary tafsir works as well as literature related to family education. The findings indicate that At-Tahrim verse 6 affirms the obligation of parents to protect themselves and their families from moral and theological deviation through comprehensive education. The parenting concepts contained in the verse include spiritual development, inculcation of moral values, exemplary conduct, behavioral supervision, effective communication, and the application of proportional discipline. The verse also highlights the synergy between the roles of the father and the mother as primary leaders and educators within the family. Thus, At-Tahrim verse 6 provides a relevant conceptual framework for modern parenting practices oriented toward building families that are faithful, well-characterized, and morally upright.
Tujuan Pendidikan Islam Dalam Perspektif Ketakwaan Dan Keikhlasan: Studi Tafsir Tematik Qs. Ali Imran 102 Hana Auliya Mufidatul Rahmah; Sarwadi Sarwadi
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 1 No 04 (2025): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ketakwaan dan keikhlasan sebagai tujuan utama dalam pendidikan Islam berdasarkan kajian tafsir tematik terhadap QS. Ali Imran ayat 102. Ayat ini secara tegas menekankan perintah kepada orang-orang beriman agar bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, yang menunjukkan bahwa ketakwaan merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan individu maupun sosial seorang Muslim. Ketakwaan tidak hanya dipahami sebagai kepatuhan ritual, tetapi juga mencakup dimensi moral, spiritual, dan etis yang membentuk kepribadian manusia secara utuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan menelaah dan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder. Sumber utama meliputi kitab-kitab tafsir klasik seperti Tafsir As-Sa’di dan Tafsir Ibn Katsir, serta didukung oleh karya-karya kontemporer yang membahas pendidikan Islam dan tujuan pembinaannya. Pendekatan tafsir tematik digunakan untuk menggali makna ketakwaan secara komprehensif dan mengaitkannya dengan konsep keikhlasan dalam konteks pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketakwaan dan keikhlasan merupakan dua aspek fundamental yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dari tujuan pendidikan Islam. Ketakwaan berfungsi sebagai landasan pembentukan karakter, arah hidup, dan kesadaran spiritual yang selaras dengan kehendak Ilahi. Sementara itu, keikhlasan berperan sebagai motivasi internal yang murni dalam proses belajar, pengamalan ilmu, dan pengabdian kepada Allah. Dalam konteks pendidikan modern, nilai-nilai ketakwaan dan keikhlasan memiliki relevansi yang signifikan untuk merespons krisis moral dan degradasi spiritual yang dihadapi peserta didik. Dengan demikian, pendidikan Islam diharapkan mampu melahirkan insan kamil, yaitu manusia yang tidak hanya berilmu, tetapi juga bertakwa dan berakhlak ikhlas dalam menjalankan amanah kehidupannya.