This Author published in this journals
All Journal AL-ASHLAH
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : AL-ASHLAH

PERAN SUAMI ISTRI DALAM MEMBANGUN RUMAH TANGGA DENGAN POLA KOMUNIKASI QUR’ANI Sovi Nur laila; Ansari Ansari; Mutamakin Mutamakin
AL-ASHLAH : Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol. 4 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/alashlah.v4i02.3438

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran suami dan istri dalam membangun keharmonisan rumah tangga melalui penerapan pola komunikasi qawlan layyinan, yaitu bentuk komunikasi yang santun, lemah lembut dan penih hikmah sebagaimana yang telah diajarjan dalam Al-quran. Komunikasi yang efektif dan beretika merupakan pilar utama dalam membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi lapangan (field reseacrh) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran suami istri dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah dan untuk mengeksplorasi secara lebih mendalam makna komunikasi qawlan layyinan sebagai bentuk komunikasi yang dapat diterapkan dalam hubungan antara suami dan istri dalam keluarga Islami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas informan menyampaikan bahwa komunikasi yang dibangun atas dasar kelembutan, kesantunan, dan saling menghargai sangat berpengaruh dalam menyelesaikan konflik keluarga. Suami yang mampu menahan amarah dan memilih kata-kata yang menenangkan ketika menegur atau memberi nasihat kepada istri cenderung lebih dihormati dan disegani dalam rumah tangga. Begitu pula istri yang berbicara dengan suara yang lembut dan menghindari kata-kata yang menyakitkan mampu menciptakan suasana emosional yang stabil di tengah tekanan kehidupan rumah tangga. hormat. Dengan demikian, hasil studi lapangan ini memperkuat bahwa pola komunikasi qawlan layyinan tidak hanya menjadi sarana untuk menghindari konflik, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun relasi emosional yang sehat antara suami istri serta mewariskan nilai-nilai Islam dalam keluarga.