Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Berdamai di Masa Senja: Pelatihan Kesiapan Menghadapi Masa Pensiun bagi Anggota POLRI Fatin Rohmah Nur Wahidah; Pambudi Rahardjo; Edi Joko Setyadi; Iman Permadi
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1109

Abstract

Pensiun dikenal sebagai waktu berakhirnya masa bhakti seseorang pada suatu institusi. Masa pensiun menjadi fase kehidupan baru yang mestinya dipersiapkan dan direncanakan. Agar dapat menghadapi masa pensiun secara positif, perlu sikap positif terhadap pensiun dan rencana masa pensiun yang baik. Selain kesiapan fisik dan ketrampilan, kesiapan psikologis juga dibutuhkan. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapan masa pensiun anggota POLRI di Polres Purbalingga secara psikologis. Partisipan berjumlah 17 anggota POLRI (laki-laki =15; perempuan= 2) dari berbagai wilayah dan jabatan di Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan yaitu ceramah, diskusi, dan worksheet mengerjakan rencana tujuan dan aktivitas pasca pensiun serta alat ukur Attitude Toward Retirement and Retirement Planning Scale untuk mengukur skala sikap dan perencanaan masa pensiun partisipan. Pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif digunakan untuk mengolah data demografi dan skala. Hasil olah data menunjukkan partisipan memiliki sikap yang cenderung positif pada pensiun. Partisipan juga menilai pelatihan ini bermanfaat dan perlu diberikan sebelum masa pensiun.
Muslim Youth Movement and Local Farmers: Case of Remaja Masjid Nurul Ashri Yogyakarta Iman Permadi; M. Maulana Mas'udi; M. Rusydan M. Hadid
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/7gcrh994

Abstract

Abstract While scholarly attention on Muslim youth initiatives often centers on political identity, their engagement role in addressing critical climate disruptions and market-driven agricultural injustices remains under-researched. This article investigates the norms and practices of the urban Muslim youth community at Masjid Nurul Ashri, Yogyakarta, in supporting marginalized local farmers. Utilizing Anna M. Gade’s framework of Muslim environmentalism as a dedicated religious practice, this descriptive-qualitative inquiry examines how Islamic virtues transform into alternative food distribution systems. The findings demonstrate that by operationalizing principles of ta’awun (mutual cooperation), mashlahah (public interest), and al’adalah (justice), these youth successfully construct an alternative moral economy that circumvents exploitative secular middlemen and neoliberal market structure, offering a replicable model for community-based food sovereignty. Keyword: Muslim Youth Movement, Agricultural Injustice, Local Farmer, Alternative Actor, Food Distribution    Abstrak Meskipun perhatian akademis terhadap inisiatif pemuda Muslim sering kali berpusat pada identitas politik, peran mereka dalam mengatasi gangguan iklim dan ketidakadilan pasar pertanian yang digerakkan oleh logika pasar masih kurang diteliti. Artikel ini menyelidiki norma dan praktik komunitas pemuda muslim perkotaan di masjid Nurul Ashri, Yogyakarta, dalam mendukung petani lokal yang termarjinalkan. Menggunakan kerangka kerja Anna M. Gade mengenai environmentalisme Muslim sebagai praktik keagamaan, penelitian deskriptif-kualitatif ini menguji bagaimana kebajikan Islam ditransformasikan menjadi sistem distribusi pangan alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengoperasionalkan prinsip ta’awun (gotong royong), mashlahah (kemaslahatan publik), dan al-‘adalah (keadilan), para pemuda ini berhasil membangun ekonomi moral alternatif yang menghindari tengkulak sekuler yang eksploitatif dan struktur pasar neoliberal, sekaligus menawarkan model kedaulatan pangan berbasis komunitas yang dapat direplikasi. Kata kunci: Gerakan Pemuda Muslim, Ketidakadilan Agrikultur, Petani Lokal, Alternatif Aktor, Distribusi Pangan