Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Pojok Literasi Religi (PORJI) Berbasis Socioedupreneur Menuju Masyarakat Mandiri Berakhlak Qurani di Desa Kamulyan Tri Annisa Oktianah; Tb. Moh. Irma Ari Irawan; Erni Erniawati; Hani Hani; Muhammad Mu'min; Muhammad Nabil Assalam
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1183

Abstract

Program Pojok Literasi Religi (PORJI) merupakan sebuah inisiatif untuk mengatasi permasalahan rendahnya literasi religi di Desa Kamulyan, Tasikmalaya. Selain itu, banyaknya usia produktif yang belum diberdayakan secara optimal, mendorong perlunya peningkatan literasi serta pemberdayaan masyarakat. Tujuan program ini berfokus pada pengembangan potensi spiritual dan ekonomi masyarakat melalui kegiatan edukasi, pelatihan, penguatan dan pendampingan berbasis socioeduprenur. Sasaran program ini adalah kelompok masyarakat Desa Kamulyan yang terdiri dari anak-anak, ibu rumah tangga, pemuda, dan petani. Program ini berlangsung selama 4 bulan dimulai dari bulan Juli hingga Oktober 2024. Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahap yaitu tahap persiapan (pembentukan tim pelaksana dan survei lapangan), tahap pengkajian (mengidentifikasi permasalahan dari hasil survei), tahap perencanaan (perancangan alternatif program), tahap pemformalisasi (pengkajian program), tahap implementasi, tahap evaluasi dan terakhir, tahapan terminasi (penjaringan mitra). Program PORJI berbasis socioedupreneur berfokus pada pemberdayaan sosial, edukasi, dan kewirausahaan berbasis religi. PORJI mencakup tujuh pojok literasi yang masing-masing memiliki fokus pada aspek berbeda, seperti pengelolaan masjid, wirausaha berkonten dakwah, seni Islami, parenting, pemberdayaan perempuan dan petani, hingga digitalisasi dakwah. Hasil dari program menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dalam literasi Qur’an, kewirausahaan, parenting, pemanfaatan sampah, pemeliharaan tanaman, dan pengelolaan media digital untuk dakwah. Program ini diharapkan dapat terus berkembang dan membawa perubahan signifikan dalam peningkatan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi masyarakat dan terciptanya masyarakat yang tidak hanya mandiri secara ekonomi tetapi juga memiliki akhlak Qurani, serta adanya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan program.