Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PRIMER (FKTP) Inneke Mutiara Amelia; Sri Wahyuni Sambo
Journal of Golden Generation Health Vol. 1 No. 2 (2025): November 2025 : Journal of Golden Generation Health
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggh.v1i1.28

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diluncurkan sejak tahun 2014 melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merupakan reformasi penting dalam sistem pembiayaan kesehatan di Indonesia. Fasilitas Kesehatan Tingkat Primer (FKTP) menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan melalui mekanisme kapitasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan JKN di FKTP dari aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi berdasarkan teori implementasi Edward III. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan 10 informan (kepala puskesmas, tenaga kesehatan, petugas BPJS, dan pasien). Hasil menunjukkan bahwa komunikasi kebijakan masih mengalami kendala terutama dalam hal sosialisasi kepada masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia, dan infrastruktur yang belum merata. Disposisi pelaksana kebijakan tergolong baik, namun belum didukung sepenuhnya oleh struktur birokrasi yang adaptif. Kesimpulan dari studi ini menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM, penguatan sistem informasi dan integrasi sistem rujukan, serta pemantauan rutin dari pihak BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan.
Sosialisasi Mengenai Pernikahan Dini Dalam Bidang Kesehatan Serta Aspek Hukum Pada Kelompok Remaja Di Kecamatan Deleng Pokhkisen Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2024 Inneke Mutiara Amelia
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v4i2.4010

Abstract

Early marriage is a marriage that is not permitted because it violates the age limit for marriage, which stipulates that marriage must be done at the age of more than 20 years but is done when the age is under 20 years. Republic of Indonesia Law No. 1 of 1974 states that early marriage cannot be carried out if the bride and groom are underage. However, cases of early marriage in Indonesia always increase every year. Community Service Activities (PKM) Socialization regarding Early Marriage in the Health Sector and Legal Aspects among Youth Groups in Deleng Pokhkisen District, Southeast Aceh Regency in 2024 was held on March 2-3 2024 with a total of 45 participants. The extension participants seemed enthusiastic about the materials presented by the resource persons and were able to be actively involved, so that this extension activity took place in a two-way system and many participants asked questions. The presentation of the extension material was followed by discussion, ice breaking, and distribution of door prizes to participants who were active during the discussion activities.
Analisis Implementasi Kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional di Fasilitas Inneke Mutiara Amelia; Sri Wahyuni Sambo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3551

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program pemerintah Indonesia yang bertujuan meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, khususnya melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Primer (FKTP). Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan JKN di FKTP, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, dan memahami persepsi tenaga kesehatan terhadap program ini. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam pada 15 tenaga kesehatan dan observasi di 5 Puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi JKN telah berjalan sesuai prosedur administrasi dan pelayanan primer, seperti pemeriksaan umum, imunisasi, dan konsultasi rutin. Namun, terdapat kendala terkait keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan pemahaman masyarakat terhadap prosedur JKN. Persepsi tenaga kesehatan umumnya positif terhadap manfaat JKN, namun mereka membutuhkan pelatihan tambahan dan dukungan sistem untuk meningkatkan efisiensi layanan. Kesimpulannya, meskipun JKN meningkatkan akses layanan kesehatan, optimalisasi implementasinya memerlukan peningkatan kapasitas SDM, perbaikan sarana-prasarana, dan edukasi masyarakat secara berkelanjutan.