Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Interferensi Bahasa Daerah dan Asing pada Penggunaan Bahasa Indonesia Baku: Analisis Kesalahan Berbahasa pada Papan Nama di Medan Maimun: The Impact of Regional and Foreign Language Interference on the Use of Standard Indonesian: A Linguistic Error Analysis of Signboards in Medan Maimun Martua Reynhat Sitanggang Gusar; Novita Sari Hutauruk; Edwin Samosir; Anastasya Nainggolan
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 2 No. 1 (2025): VOLUME 2 NUMBER 1 OCTOBER 2025
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v2i3.23

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis dampak interferensi bahasa daerah dan bahasa asing terhadap penggunaan Bahasa Indonesia baku yang termanifestasi dalam kesalahan berbahasa pada papan nama dan iklan di Kecamatan Medan Maimun. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan kerangka Analisis Kesalahan Berbahasa (AKB) terhadap korpus data teks visual. Hasil analisis terhadap 14 temuan kesalahan pada tataran Fonologi/Ejaan, Semantik, dan Sintaksis menunjukkan bahwa seluruh penyimpangan disebabkan oleh tekanan linguistik dwi-arah. Pola kesalahan terbagi menjadi Interferensi Horizontal dari bahasa lisan/lokal (Batak & Melayu Medan) yang memicu singkatan non-baku dan ambiguitas semantik; serta Interferensi Vertikal dari bahasa asing (Inggris) yang memicu transfer leksikal dalam konteks komersial. Secara esensial, temuan ini menggarisbawahi adanya kerentanan normatif pada Bahasa Indonesia baku di ruang publik metropolitan. Simpulan ini menegaskan urgensi intervensi regulatif dan edukatif untuk memastikan konsistensi kaidah di tengah kompleksitas sosiolinguistik Kota Medan.
INTEGRASI PROGRAM LITERASI ANAK DAN GEREJA HIJAU SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN JEMAAT DI HKBP PAGARAN NAULI MEDAN Dearlina Sinaga; Emelia Trianastasia Munte; Noni Tiurmayanti Tamba; Novita Sari Hutauruk; Delvina Hutagalung
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.57012

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi dasar anak serta minimnya kesadaran kepedulian lingkungan masih menjadi tantangan yang dihadapi jemaat HKBP Pagaran Nauli Medan. Anak-anak jemaat pada jenjang SD hingga SMP membutuhkan pendampingan belajar yang berkelanjutan, sementara penerapan nilai-nilai Gereja Hijau masih memerlukan pendekatan edukatif yang sederhana dan kontekstual. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) skema Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan program literasi anak dengan konsep Gereja Hijau sebagai upaya pemberdayaan jemaat. Program dilaksanakan melalui bimbingan belajar gratis, kelas literasi membaca berbasis Sekolah Minggu, serta kegiatan Gereja Hijau yang terintegrasi dengan literasi tematik lingkungan. Anak-anak tidak hanya dilatih kemampuan membaca, menulis, dan numerasi dasar, tetapi juga diajak memahami tanggung jawab iman dalam menjaga ciptaan Tuhan melalui praktik langsung seperti penanaman tanaman dan kerja bakti lingkungan gereja. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pendampingan belajar kelompok kecil, metode storytelling, membaca nyaring, latihan fonetik, diskusi sederhana, serta pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Kegiatan dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan mahasiswa, guru Sekolah Minggu, dan jemaat. Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan literasi dasar dan minat baca anak jemaat, terbentuknya perilaku peduli lingkungan, terciptanya lingkungan gereja yang bersih dan hijau, serta tersusunnya model integrasi literasi anak dan Gereja Hijau sebagai bentuk pemberdayaan jemaat yang berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian berbasis gereja yang aplikatif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter anak jemaat.