Kadaryati
Universitas Muhammadiyah Purworejo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POTRET GENERASI MILENIAL PADA NOVEL JAKARTA SEBELUM PAGI KARYA ZIGGY ZEZSYAZEOVINNAZABRIZKIE DAN MODUL AJAR DI KELAS XII SMA Sidik Purnomo; Kadaryati; Umi Faizah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i4.1575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik generasi milenial yang terdapat dalam novel Jakarta Sebelum Pagi karya Ziggy Zezsyazeovinnazabrizkie dan menganalisis relevansinya sebagai bahan ajar di Kelas XII Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Data dalam penelitian berupa kutipan-kutipan dalam novel yang menyajikan potret karakteristik generasi milenial. Temuan data tersebut kemudian diklasifikasikan ke dalam empat aspek, yaitu: kehidupan instan, berorientasi teknologi, bahasa milenial, dan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 63 data yang menyajikan karakteristik generasi milenial dengan rincian sebagai berikut: aspek kehidupan instan (19%), aspek berorientasi teknologi (20,6%), aspek bahasa milenial (33,3%), dan berpikir kritis (26,9%). Dalam novel Jakarta Sebelum Pagi mengandung realitas yang kuat, salah satunya menceritakan realitas sebuah kehidupan. Novel tersebut memberikan potret generasi milenial melalui tokoh utamanya Emina. Dalam novel tersebut, Emina digambarkan sebagai wanita milenial yang hidupnya hanya diisi dengan bekerja di kantor dengan keunikannya sendiri. Kehidupannya terbilang biasa saja seperti generasi milenial lainnya, tidak ada yang istimewa kecuali sifatnya yang nyentrik yang membuat hari-harinya lebih dari biasa. Novel ini sangat relevan untuk dijadikan bahan ajar sastra di kelas XII SMA karena mengangkat generasi milenial dengan beberapa faktor, yaitu bahasa, penggunaan internet, berpikir kritis dan juga kehidupan instan dalam kehidupan sehari-hari.
Kajian Ekspresif Cerpen Beri Sehari Saja Karya Nuy Nagiga dan Relevansinya dalam Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMA: Kajian Ekspresif, Cerpen, Apresiasi Sastra, Pembelajaran SMA, Ekspresi Batin Wahyu Zulfikri Hakim; Bagiya; Kadaryati
KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Klitika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v8i1.8143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ekspresi batin pengarang dalam cerpen Beri Sehari Saja karya Nuy Nagiga serta mengkaji relevansinya dalam pembelajaran apresiasi sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan pendekatan ekspresif berdasarkan teori M. H. Abrams. Data penelitian berupa kutipan-kutipan dalam cerpen yang mengandung ekspresi batin, seperti kerinduan, pengabaian, kehilangan, penyesalan, dan kasih sayang terhadap sosok ibu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspresi batin pengarang diwujudkan melalui tokoh dan peristiwa yang dibangun secara bertahap, sehingga menghasilkan dinamika emosional yang kuat. Selain itu, cerpen ini memiliki relevansi yang tinggi dalam pembelajaran apresiasi sastra di SMA karena mampu mengembangkan aspek afektif, meningkatkan empati, serta menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menghargai hubungan keluarga. Dengan demikian, cerpen Beri Sehari Saja layak dijadikan sebagai alternatif bahan ajar dalam pembelajaran sastra yang kontekstual dan bermakna.