Muhammad Briliant Syah
UIN Raden Fatah Palembang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Logika-Ilmiah dan Mistis-Spiritual Melalui Pendekatan Metafisika Eksakta dan Psikologi Transpersonal Muhammad Briliant Syah; Konto Iskandar Dinata
Al-Kindi Vol. 1 No. 2 (2025): November
Publisher : Al-Kindi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the paradigmatic integration of scientific logic and mystical-spiritual experience through exact metaphysics and transpersonal psychology within the framework of Sufism, departing from modern anxieties when religion is trapped in dogmatism and positivist science reduces reality. Using a qualitative approach based on literature review and comparative-interpretive analysis, the study focuses on Robert Frager's "Sufi Psychology" on the evolution of the seven levels of the nafs (self-centeredness) and Sheikh Kadirun Yahya's "Capita Selecta Agama, Metaphysics, and Exact Reality," which interprets spiritual reality in the language of energy and exact laws. The findings demonstrate that exact metaphysics can demythologize spiritual experience without reducing its depth, while transpersonal psychology parallels the process of tazkiyatun nafs (self-centeredness). The integration of the two produces a holistic model that unites the psychological and spiritual dimensions and finds its actualization in the Naqshbandiyah Khalidiyah Order as a contemporary spiritual laboratory. This research ultimately offers a re-enchantment project that presents a rational yet non-reductive spirituality, while also providing a theoretical framework and practical roadmap for the journey toward becoming a perfect human being in the modern era
Pemberdayaan Masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berbasis Ekonomi Digital, Pendidikan, dan Lingkungan di Kelurahan Sidomulyo Kota Prabumulih Dhea Seni Permata; Muhammad Briliant Syah; Rajwa Malia Nursyahirah; M. Hafiz Hidayat; Zakia Zakia; Salsabila Dwi Putri; Linda Aprillia; Aulia Juni Astanti; Fatiya Fatiya; Juwanda Juwanda; M. Fajar Feryansyah; Tiyo Aditiya; Leo Yuib Rivaldi; Enggal Eka Pratama; Lili Kaina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 4 No 5 (2026): JPMII - Oktober 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.1475

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan sekaligus berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat. Artikel ini mendeskripsikan pelaksanaan KKN Reguler Angkatan 85 Kelompok 36 UIN Raden Fatah Palembang di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih, yang dilaksanakan pada 16 Juli hingga 19 Agustus 2026. Program pengabdian mencakup empat kegiatan utama, yaitu digitalisasi UMKM melalui penggunaan QRIS dan pemetaan usaha di Google Maps, sosialisasi cyberbullying dan pencegahan pernikahan dini di SMP Negeri 1 Prabumulih, sosialisasi UIN Raden Fatah Palembang Goes to School di SMA dan SMK Yayasan Bakti Prabumulih, serta pemasangan papan edukasi penguraian sampah. Metode yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) dengan tahapan observasi dan pemetaan aset, perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa program dapat memberikan pengetahuan dan pendampingan praktis kepada pelaku UMKM dalam pemanfaatan teknologi digital, meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai etika bermedia digital dan risiko pernikahan dini, memperluas informasi mengenai pendidikan tinggi, serta menyediakan media edukasi lingkungan yang dapat diakses masyarakat secara berulang. Kendala utama yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu, variasi tingkat pemahaman peserta, dan belum optimalnya mekanisme tindak lanjut setelah kegiatan. Oleh karena itu, keberlanjutan pendampingan dan keterlibatan pihak sekolah, masyarakat, serta pemerintah setempat diperlukan agar manfaat program dapat dipertahankan.