Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Kultural Komisi Pemilihan Umum Kota Solok Melalui Keterlibatan Pemangku Adat dalam Upaya Peningkatan Partisipasi Pemilih Difa Ghassani; Tengku Rika Valentina; Asrinaldi
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i5.1526

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi KPU Kota Solok dalam meningkatkan partisipasi pemilih melalui kolaborasi dengan pemangku adat, khususnya LKAAM dan Bundo Kanduang, sebagai pendekatan berbasis kearifan lokal sejak 2017. Menggunakan metode kualitatif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, penelitian ini menemukan bahwa pemangku adat berperan sentral sebagai penyampai literasi politik yang kredibel karena memiliki legitimasi sosial dalam masyarakat Minangkabau. Kolaborasi ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan seperti Gerakan Melindungi Hak Pilih (2018), Sosialisasi Pemilu Serentak (2019), Dialog Demokrasi, sosialisasi berbasis masjid, serta forum budaya yang secara rutin dihadiri 100–250 peserta. LKAAM memanfaatkan jaringan penghulu, surau, dan pertemuan adat, sementara Bundo Kanduang menggerakkan jaringan sosial perempuan melalui pengajian dan kegiatan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan partisipasi pemilih dari 77,5% (2014) menjadi 86% (2019) dan 83,7% (2024), serta penguatan literasi politik masyarakat melalui pesan politik yang disampaikan dengan bahasa adat dan simbol kultural. Temuan ini menegaskan bahwa strategi berbasis adat memperkuat modal sosial, menciptakan kejelasan peran, dan membentuk model best practice dalam pendidikan pemilih yang dapat direplikasi di daerah lain.
Inovasi Kebijakan dalam Meningkatkan Produksi Daging Sapi di Kabupaten Serdang Bedagai Tengku Niken Fachira; Asrinaldi; Zulfadli
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i5.1787

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses inovasi kebijakan "Si Akang Gembul", program penggemukan sapi di Serdang Bedagai, menggunakan kerangka analisis Jordan & Huitema serta teori difusi Rogers. Melalui pendekatan kualitatif-studi kasus dengan wawancara mendalam dan analisis dokumen, ditemukan paradoks signifikan: meskipun program ini memenangkan CNN Awards 2024, ia tidak dikenal oleh mayoritas peternak mandiri. Tiga temuan utama diidentifikasi. Pertama, inovasi ini lahir dari inisiatif seorang policy entrepreneur (Bupati) yang divalidasi melalui kompetisi eksternal sebelum diadopsi secara resmi, sebuah pola unik. Kedua, difusi inovasi gagal meluas karena terputusnya komunikasi vertikal (untuk legitimasi eksternal) dan komunikasi horizontal (untuk penyebaran akar rumput). Ketiga, keberlanjutan program terancam oleh lemahnya pelembagaan formal, ketiadaan alokasi anggaran dalam RPJMD, dan ambiguitas kepemilikan antar-dinas. Model kemitraan publik-swasta-masyarakat yang diterapkan berhasil secara teknis, namun gagal mentransformasi ekosistem peternakan secara luas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesuksesan simbolik tidak menjamin difusi dan keberlanjutan, serta menekankan krusialnya strategi komunikasi grassroots dan formalisasi dalam perencanaan untuk dampak jangka panjang.