Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Agama Menjadi Instrument Kekuasaan: Analisis Konflik Hindu-Muslim Di India Pasca Naiknya Narendra Modi Febrian Arif Pratama Febrian
Synergy: Journal of Collaborative Sciences Vol. 1 No. 1 (2025): Interdisciplinary Perspectives on Governance, Education, Religion, and Digital
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/synergy.v1i1.42

Abstract

Konflik antara komunitas Hindu dan Muslim di India mengalami eskalasi signifikan sejak naiknya Narendra Modi sebagai Perdana Menteri pada tahun 2014. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan pendekatan analisis wacana kritis untuk mengeksplorasi dinamika konflik tersebut. Kerangka teori yang digunakan merujuk pada model Hasenclever & Rittberger (2000), yang mencakup perspektif primordialist, instrumentalist, dan constructivist. Melalui pendekatan ini, artikel menganalisis bagaimana agama berfungsi tidak hanya sebagai sumber identitas, tetapi juga sebagai instrumen politik dan konstruksi sosial yang dipolitisasi. Pendekatan instrumentalist menyoroti bagaimana elite politik, khususnya Partai Bharatiya Janata Party (BJP), memanfaatkan retorika dan kebijakan berbasis agama untuk kepentingan elektoral dan konsolidasi kekuasaan melalui ideologi Hindutva. Sementara itu, pendekatan constructivist menjelaskan bagaimana identitas keagamaan dan narasi nasionalisme Hindu dibentuk melalui pendidikan, media, dan simbol-simbol negara yang secara sistematis mengeksklusi Muslim dari wacana kebangsaan. Dengan demikian, artikel ini menyimpulkan bahwa konflik keagamaan di India kontemporer bukan semata pertentangan iman, melainkan produk rekayasa politik dan sosial yang saling melanggengkan.
Zikir dalam Konteks Pengelolaan Kesehatan Mental Muslim: Kajian Konseptual Pendekatan Psiko-Spiritual Febrian Arif Pratama Febrian
Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights Vol. 1 No. 1 (2025): NEXUS
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/nexus.v1i1.69

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia yang sering kali diabaikan, meskipun dampaknya besar terhadap kualitas hidup. Artikel ini merupakan kajian literatur yang membahas zikir sebagai terapi psiko-spiritual dalam pengelolaan kesehatan mental umat Muslim dengan pendekatan holistik, yang mengintegrasikan dimensi spiritual dan psikologis. Zikir, sebagai praktik pengingat Allah, diyakini tidak hanya memberikan manfaat spiritual tetapi juga terapeutik, meredakan kecemasan, stres, dan meningkatkan keseimbangan emosional. Kajian ini mengulas berbagai literatur yang menunjukkan bahwa zikir dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis dan fisik, dengan meningkatkan variabilitas detak jantung dan meredakan gangguan mental. Pendekatan holistik ini memandang individu sebagai kesatuan tubuh, pikiran, dan jiwa yang saling terhubung. Selain itu, praktik zikir berjamaah juga terbukti memberikan dampak positif dalam memperkuat hubungan sosial antar individu, yang berkontribusi pada kesehatan mental. Zikir berjamaah tidak hanya memperdalam kedekatan spiritual dengan Tuhan, tetapi juga meningkatkan solidaritas sosial yang penting dalam pengelolaan stres dan gangguan mental. Dengan demikian, zikir sebagai terapi psiko-spiritual menawarkan solusi yang komprehensif dalam pengelolaan kesehatan mental umat Muslim, mengintegrasikan dimensi spiritual, emosional, dan sosial