Tujuan penelitian ini adalah (1) mengkaji pola pengelolaan dan praktik agronomi Kebun Mangga Garifta di Desa Bantarwaru, (2) mengkaji potensi hasil dan pengelolaan agribisnis perkebunan mangga dari hulu sampai hilir, dan (3) mengetahui dan mengkaji teknologi yang tersedia untuk pengolahan hasil berbasis mangga dan potensi diversifikasi pengolahan hasil guna meningkatkan nilai ekonomi produk turunan dari manga, dan (4) menyusun peta jalan pengembangan model agribisnis perkebunan mangga di Desa Bantarwaru Kec. Bantarkawung Kab. Brebes. Pengumpulan data dilakukan dengan cara Focus Group Discussion (FGD) dengan responden seluruh anggota kelompok penanam mangga Garifta serta FGD dengan pakar pengolahan hasil pertanian dan pariwisata. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa (1) kebun mangga Garifta Bantarwaru seluas 5 Ha ditanam di lahan Desa, dan dikelola oleh kelompok masyarakat yang beranggotakan 31 orang. Pola pengelolaan ini diperkuat dengan surat perjanjian antara Pemerintah Desa dengan Kelompok Tani Mangga dan berlaku untuk 20 tahun, (2) Tingkat pemeliharaan hingga tanaman umur 3 tahun tergolong baik, yaitu dipupuk anorganik dan organik yang difasilitasi program Penanggulangan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Bersama Masyarakat (PLKSDA-BM), namun setelah program selesai pemeliharaan kurang optimal, (3) Kebun mangga Garifta memiliki 404 pohon, Pada tahun keempat 73 pohon mulai berbuah, dengan rata-rata jumlah buah 30-40 buah per pohon, dan bobot per buah berkisar 150g - 400g tergantung jenis mangga Garifta, dan tidak dijual, (4) Analisis usaha menunjukkan bahwa kebun mangga Garifta sangat prospektif dikembangkan, karena mulai tahun ke 5 berbuah (2023) nilai produksi per tahun hasil penjualan buah dari seluruh 404 tanaman mencapai Rp. 542.700.000,- dan pendapatan bersih Rp. 524.630.400,- terbagi atas kas desa Rp. 104.926.080,-, petani penggarap Rp. 377.733.888 dan kelompok Tani Rp. 41.970.432,-, (5) Tanaman Mangga Garifta memiliki habitus dan buah unik, sehingga potensial dikembangkan menjadi obyek wisata, (6) Mangga Garifta dapat diolah menjadi: jam, sirup mangga, sauce, dodol mangga, fruit leather, dan minuman segar