Kondisi lahan pertanian di areal pasang surut Desa Losari Lor saat ini sering mengalamigagal panen, diakibatkan oleh air pasang dari laut yang masuk melalui saluran drainaseatau luapan air sungai Cisanggarung yang menggenangi lahan. Tujuan penelitian untukmengetahui permasalahan dan hambatan teknis dan non teknis (sosial masyarakat) terkaitpengelolaan air dan tanah di lahan pasang surut tersebut. Menggunakan metode surveylapangan dan observasi., survey lapangan untuk mengetahui tipologi lahan dan penggunaanlahan, observasi dilakukan untuk menghimpun data tinggi muka air genangan, jaringanirigasi, tinggi muka air tanah, kualitas air (pH, kadar Fe, dan salinitas), jenis tanah, teksturtanah, kualitas tanah (pH, salinitas, dan kadar Fe), dan kedalaman air tanah. Analisa datamenggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk menjelaskan permasalahan dan hambatanteknis dan non teknis terkait pengelolaan air dan tanah di lahan pasang surut, sedangkananalisis data tinggi air genangan dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk menentukantipe luapan air laut. Analisis data juga didukung menggunakan ArcGIS dan model builderuntuk menghasilkan peta tematik. Hasil menunjukkan 1) permasalahan teknis disebabkankondisi hidrografi dan jaringan tata air irigasi yang kurang baik sehingga menyebabkanbanjir dan kekeringan di lahan pertanian, 2) permasalahan non teknis berupa lemahnyapenguasaan teknologi oleh petani dan mahalnya biaya produksi pertanian, 3) hambatanteknis berupa kondisi kualitas tanah termasuk tanah masam dan salin dengan kadar Feyang tinggi serta hambatan keterbatasan modal para petani, 4) hambatan non teknismeliputi pola pikir petani yang pasrah menerima keadaan, kurang inovatif dan tidak beranimengambil risiko serta hambatan kelembagaan.