p-Index From 2021 - 2026
0.983
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Ultras
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Jika Pertumbuhan Sektor Unggulan Maksimal, Berapakah Pertumbuhan Ekonomi? Catur Raharjo Febrayanto
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Economic growth, which was contracted due to the Covid-19 pandemic, is gradually starting to pick up again. Almost all business sector sectors will experience an increase in GRDP growth in 2022. The study has conducted in Brebes Regency that has the highest poverty level in Central Java. This study aims to project the economic growth of Brebes Regency in 2023 and 2024 under conditions of maximum GRDP growth in leading sectors that have a high contribution. The data used in this research is secondary data from BPS. The analysis used is the Auto Regressive Integrated Moving Average (ARIMA) using eviews software. Brebes Regency's economic growth is projected to reach 5.61 in 2023 and 6.00 in 2024.
Analisis Sektor Unggulan dalam Pembangunan Ekonomi di Kabupaten Brebes Catur Raharjo Febrayanto; Kurniasih
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai PDRB pada masing-masing lapangan usaha memiliki nilai berbeda, menunjukkan bahwa kuantitas produk/nilai rupiah dari masing-masing sektor berbeda. Dalam usaha pengembangan ekonomi, pemerintah daerah dapat memprioritaskan pengembangan salah satu atau beberapa sektor dalam upaya pembangunan daerah. Informasi mengenai sektor unggulan, prima, berkembang dan potensial serta nilai komponen keunggulan kompetitif dari masing-masing sektor di Kabupaten Brebes belum ada, sehingga pembangunan ekonomi belum berdasarkan keprioritasan sektor. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi sektor-sektor tersebut. Analisa mengenai sektor unggulan menggunakan Location Quotien (LQ), Shift Share (SS) dan Klassen dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi status sektor-sektor penyumbang PDRB Kabupaten Brebes. Sektor dengan PDRB tertinggi adalah Pertanian, kehutanan dan perikanan; Pertambangan dan penggalian; Industri pengolahan; Pengadaan listrik dan gas; dan Pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang. Sektor dengan nilai LQ tertinggi adalah Jasa pendidikan; Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib; Real estate; Kegiatan sosial; dan Jasa perusahaan. Sektor dengan nilai komponen keunggulan kompetitif (anaisis SS) tertinggi adalah pertanian, kehutanan dan perikanan; Pertambangan dan penggalian; Industri pengolahan; Pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang; dan Konstruksi. Sektor prima (nilai LQ > 1 dan SS positif (+)) berdasarkan kuadran Klassen adalah Pertanian, kehutanan dan perikanan; Penyediaan akomodasi dan makan minum; dan Jasa Pendidikan. 
Pemetaan Distribusi Komoditas Pertanian di Kabupaten Brebes Catur Raharjo Febrayanto; Fitri Susiyanti
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Brebes, perlu dilakukan pengembangan pada masing-masing komoditas tanaman pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa distribusi komoditas petanian di Kabupaten Brebes berdasarkan aspek jumlah produksi dari tahun 2017-2021, untuk mengetahui tren komoditas pada tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Brebes dan untuk mengetahui hubungan antara intensitas, jumlah hari hujan dan ketinggian terhadapkomoditas pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan melakukan analisa kuantitatif menggunakan Hierarchical Cluster, regresi, korelasi, dan Moran’s Scater Plot. Setelah diketahui klaster komoditas tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, selanjutnya dibuat peta menggunakan software QGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi potensi tanaman pangan di Kabupaten Brebes dari tahun 2017-2021 dapat dikelompokkan menjadi tiga cluster. Komoditas pertanian yang unggul di dataran sedang-tinggi yaitu tanaman padi, pisang, mangga dan kelapa sedangkan komoditas pertanian yang unggul di dataran sedang-rendah yaitu tanaman bawang merah, pisang, mangga dan tebu. Kecenderungan peningkatan intensitas dan hari hujan menyebabkan peningkatan jumlah produksi tanaman. Kecamatan yang memiliki intensitas hujan yang tinggi dengan produksi tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan juga tinggi adalah kecamatan Bulakamba, Larangan dan Ketanggungan. Produksi tanaman pangan yang berkorelasipositif dengan ketinggian tempat dan intensitas hujan ada di Kecamatan Salem. Produksi tanaman perkebunan yang berkorelasi positif dengan ketinggian dan intensitas hujan ada di Kecamatan Bantarkawung, Bumiayu, Paguyangan, Salem, dan Sirampog. 
Dinamika Harga Bawang di Kabupaten Brebes Catur Raharjo Febrayanto; Ira Amanda Hirbasari; Adiba Eva Perdani
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 7 No 1 (2023): JURNAL ILMIAH ULTRAS
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Brebes merupakan sentra produksi bawang merah di Indonesia. Harga bawang merah di Kabupaten Brebes berfluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga bawang merah dan dinamika harga bawang merah yang terjadi di Kabupaten Brebes tahun 2017 – 2021. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa intensitas hujan, jumlah hari hujan, luas tanam, luas panen., produksi dan harga bawang merah di Kabupaten Brebes. Data kemudian dianalisis menggunakan One Way Anova, regresi linier sederhana dan Duncan Multiple Range Test. Intensitas hujan dan curah hujan mempengaruhi luas tanam, dan luas tanam mempengaruhi luas panen bawang merah. Luas panen mempengaruhi produksi, namun produksi tidak mempengaruhi harga bawang merah. Harga bawang merah di Kabupaten Brebes mempunyai tren tinggi pada bulan Mei dan tren harga terendah terjadi pada bulan Januari dan September. Petani memiliki kesempatan mendapatkan harga yang tinggi pada musim tanam bulan Februari-Maret. Pemerintah perlu mengatur tata niaga bawang merah agar harga stabil setiap bulan. 48 
EKOLOGI PEMBANGNAN DAN PERAN STRATEGIS CSR DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Catur Raharjo Febrayanto; Azis Tri Budianto
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 8 No 1 (2024): JURNAL ILMIAH ULTRAS
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran komunikasi efektif dalam mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga barang pokok di Kabupaten Brebes. Menggunakan pendekatan campuran (kuantitatif dan kualitatif), penelitian ini menganalisis data harga barang pokok Oktober 2024 dan mewawancarai pemangku kepentingan kunci. Temuan menunjukkan komunikasi efektif sangat penting dalam koordinasi, berbagi informasi, dan membangun kepercayaan. Inisiatif seperti jaringan "champion" untuk distribusi antarwilayah, aplikasi SIPPEDES untuk pemantauan harga, dan pertemuan koordinasi rutin terbukti efektif mengurangi tekanan inflasi dan menstabilkan harga. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya komunikasi terstruktur dalam pengendalian inflasi dan peningkatan ketahanan ekonomi Brebes. Penelitian menyarankan peningkatan keterampilan komunikasi, koordinasi, dan penyebaran informasi para pemangku kepentingan untuk optimalisasi upaya pengendalian inflasi.