Era globalisasi serta kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pertumbuhan industri yang semakin meningkat memberikan dampak terhadap lingkungan di masyarakat tak terkecuali dampak industri itu sendiri baik dampak positif maupun negatif. Interaksi sosial masyarakat mengalami perubahan yang terjadi disebabkan adanya penemuan baru dari luar masyarakat yang dimana pertumbuhan industri semakin meningkat disekitar lingkungannya yang meyebabkan pola pikir masyarakat berubah menjadi lebih rasional, individualis, serta matrealistis dan gaya hidup yang mewah. Rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimana dampak industri terhadap interaksi sosial masyarakat dan faktor apa saja yang mempengaruhi interaksi sosial masyarakat di wilayah Brebes Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah para remaja yang bekerja pada industri yang berada di Desa Bangsri kabupaten Brebes. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa interaksi sosial masyarakat mengalami perubahan yang disebabkan adanya dampak industri itu sendiri, sebelum berdirinya industri masyarakat sangat berpartisipasi dalam kegiatan sosial gotong royong, dan kegiatan sosial yang ada di masyarakat. Semenjak pertumbuhan industri yang semakin meningkat menyebabkan mulai berkurangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan sosial, dikarenakan banyak masyarakat yang berada di sekitar lingkungan industri perlahan mulai beralih untuk bekerja di pabrik, dikarenakan untuk meningkatkan perekonomian yang belum tercukupi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga menyebabkan partisipasi masyarakat mulai sedikit berkurang dalam kegiatan sosial maupun pada proses interaksi sosial masyarakatnya mulai sedikit berkurang. Dalam hal ini disebabkan kesibukan masyarakat yang bekerja dipabrik, sehingga faktor pekerjaannya menyebabkan sedikit demi sedikit jarang berbaur dimasyarakat.