Diapita Br Sitepu
Universitas HKBP Nommensen Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bahasa Asing Sebagai Simbol Status Dalam Realita Di Indonesia Modern Elza Leyli Lisnora Saragih purba; Nuryosianna Putri Purba; Diapita Br Sitepu; Wina Ayusari Tambun
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v1i3.25

Abstract

This study examines the role of foreign languages, particularly English, as a status symbol in the reality of modern Indonesian society through an analysis of the use of foreign languages in branding and advertising. A case study of the “Sweet Choco Macaron” advertisement shows that English is used predominantly in various elements of the advertisement, from the product name and description to promotional offers, which not only function as a communication tool but also as a marker of modernity and social status. The use of foreign terms such as “macaron,” “extraordinary taste,” and “special offer” strengthens the product’s image as a premium item that adheres to international standards, and targets urban consumers who associate the consumption of foreign-labeled products with a global lifestyle and a higher social class. Sociolinguistically, this phenomenon reflects a shift in values in urban Indonesian society, where foreign languages become symbolic capital to build brand image, increase product appeal, and differentiate consumers based on social status and lifestyle. Research on television advertisements shows that the majority of advertisements incorporate foreign languages as an effective marketing strategy to build product exclusivity and prestige. However, the dominance of foreign languages in advertisements also poses challenges to the preservation of Indonesian as a national identity. Therefore, proportional efforts are needed to integrate Indonesian and foreign languages in the commercial sphere in order to maintain the integrity of the national language and culture amidst the current of globalization.
PENGUATAN LITERASI, NUMERASI DAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK DI GEREJA HKBP RESORT WAHIDIN BARU Dayana Rebecca Tampubolon; Mari Rejeki Sipayung; Naomi Adelia Sitompul; Diapita Br Sitepu; Christin Oktavia Lumban Tobing
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 1 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v10i1.6325

Abstract

Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Gereja HKBP Resort Wahidin Baru dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi dasar serta menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter pada anak. Kegiatan ini diinisiasi berdasarkan hasil observasi awal yang menunjukkan sejumlah anak masih mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, dan memahami pelajaran sekolah, serta kebutuhan penguatan nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Program pelaksanaan terdiri dari Sekolah Minggu interaktif, kelas literasi dasar, bimbingan belajar berbagai mata pelajaran, pendampingan di sekolah formal, aktivitas character building, serta edukasi lingkungan melalui kegiatan kebersihan dan bank sampah. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung, diskusi dengan guru sekolah minggu, dan refleksi bersama anak-anak peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca, numerasi dasar, partisipasi aktif dalam pembelajaran, serta perkembangan sikap positif seperti kepercayaan diri, kerja sama, dan kedisiplinan anak. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi program literasi, numerasi, serta pendidikan karakter dalam konteks gereja mampu memberikan dampak holistik terhadap perkembangan akademik dan moral anak-anak.Kata Kunci: literasi anak, numerasi dasar, pendidikan karakter, pengabdian kepada masyarakat