Viro Dharma Saputra
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Engagement Konsumen dan Brand di Instagram: Studi Kasus Glad2Glow Hidayatul laili; Viro Dharma Saputra
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v1i4.65

Abstract

Glad2Glow, sebagai salah satu merek skincare lokal, memanfaatkan Instagram sebagai kanal utama dalam pemasaran digital. Pada Juni 2025, tingkat engagement akun resmi Glad2Glow tercatat sebesar 0,42%, masih berada pada kategori “average” dibandingkan rata-rata engagement foto di Instagram sebesar 0,59%. Kondisi ini menunjukkan perlunya optimalisasi strategi agar interaksi dengan konsumen semakin efektif. Meski demikian, pemanfaatan Instagram terbukti memberikan kontribusi positif, khususnya dalam membangun citra merek dan meningkatkan niat beli konsumen. Penelitian ini dirumuskan untuk menjawab bagaimana bentuk dan karakteristik interaksi konsumen dengan brand melalui akun resmi Glad2Glow, serta bagaimana strategi engagement yang diterapkan memengaruhi keterlibatan konsumen secara digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi aktivitas akun Instagram @glad2glow, dokumentasi interaksi digital, dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Glad2Glow meliputi penggunaan konten visual konsisten, storytelling interaktif, kolaborasi dengan influencer, dan pemanfaatan fitur interaktif seperti polling, reels, serta user-generated content. Strategi ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan, tetapi juga memperkuat persepsi positif konsumen terhadap identitas brand. Maka, optimalisasi strategi engagement yang partisipatif dan konsisten sangat penting untuk memperkuat loyalitas konsumen sekaligus memperkokoh posisi Glad2Glow dalam industri kecantikan digital yang kompetitif.
SPEAKING DALAM PRAKTIK KOMUNIKASI DIGITAL PEMERINTAH: ANALISIS MAKNA SOSIAL REELS INSTAGRAM BKPP KOTA SEMARANG Agus Edy Laksono; RR. B. Natalia Sari Pujiastuti; Suhariyanto; Viro Dharma Saputra
JIBS : JURNAL ILMIAH BAHASA DAN SASTRA Vol. 13 No. 1 (2026): JIBS (Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jibs.v13i1.13933

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to governmental communication practices, particularly in the ways public institutions disseminate information, construct institutional images, and establish relationships with the public. In this context, the Regional Personnel, Education, and Training Agency (Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan—BKPP) of Semarang City utilizes social media, especially video-based content, as a primary channel for public communication. This study aims to examine the communication practices of BKPP Semarang City on social media from the perspective of the ethnography of communication by applying the SPEAKING analytical framework proposed by Dell Hymes. Employing a qualitative approach, this study analyzes BKPP’s video uploads as speech events that are embedded within specific social, cultural, and institutional contexts. The findings reveal that the elements of setting, participants, and ends consistently represent bureaucratic communication oriented toward policy dissemination, institutional image-building, and the reinforcement of the role of civil servants in public service. Socially, these communication practices produce meanings related to the ideal identity of civil servants as professional, ethical, and responsible actors, while simultaneously constructing a symbolic relationship between the government and the public framed by proximity, openness, and policy legitimacy in the digital era.