Eni Rahmawati
Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter Kesiapsiagaan Bencana Pertanian pada Anak Usia Dini Eni Rahmawati; Mochammad Ramli Akbar; Rina Wijayanti
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025): Golden Age : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/golden_age.v9i1.7595

Abstract

Penelitian bertujuan mengkaji peran orang tua dalam membentuk karakter kesiapsiagaan bencana pertanian pada anak usia dini. Kesiapsiagaan terhadap bencana, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian seperti kekeringan, banjir, dan serangan hama, merupakan aspek penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini, terutama bagi anak-anak yang tinggal di wilayah rawan bencana pertanian, khususnya di daerah poncokusumo kab malang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, melibatkan orang tua yang memiliki anak usia dini usia 4-5 tahun di sekolah DWP 2 jambesari dan bermukim di daerah dengan potensi bencana pertanian tinggi sejumlah 14 orang di desa jambesari kevamatan poncokusumo kabupaten malang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran strategis sebagai pendidik pertama dan utama dalam membentuk nilai-nilai dasar karakter, seperti peduli lingkungan, tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama, yang menjadi fondasi dalam membangun kesiapsiagaan bencana. Selain itu, keterlibatan aktif orang tua dalam kegiatan edukatif berbasis lingkungan dan mitigasi bencana turut memperkuat pemahaman anak terhadap risiko dan cara merespons bencana pertanian secara bijak. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sinergi antara keluarga, sekolah, dan komunitas dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana sejak dini.