Mufassirul Alam
Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas PTIQ Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberian Reward Sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar pada Anak Usia Dini: Sebuah Tinjauan Teoretis Maaziyah Maaziyah; Mufassirul Alam
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2025): Golden Age : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/golden_age.v9i2.9458

Abstract

Rewards as a motivational strategy can enhance children’s enthusiasm for learning, strengthen intrinsic motivation, and foster positive behavior. This study employs a descriptive qualitative method with a literature review approach, examining behaviorist, humanistic, social cognitive, and self-determination theories to understand the relationship between rewards and learning motivation. The analysis uses content analysis to identify key themes and develop a conceptual synthesis. The findings indicate that rewards not only function as positive reinforcement that encourages children’s engagement and participation in learning activities but also have the potential to cultivate intrinsic motivation when applied judiciously. Drawing on behaviorist, humanistic, social cognitive, and self-determination theories, appropriately administered rewards can promote prosocial behavior, support the fulfillment of children’s psychological needs such as autonomy and competence, and create a positive and conducive learning environment.
Faktor Kekerasan Verbal Anak Usia 5-6 Tahun terhadap Bahasa Negatif Rahayu Lestari; Mufassirul Alam
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2048

Abstract

Kekerasan verbal yang dialami anak kerap dipandang hal biasa yang digunakan sebagai bentuk disiplin. Namun, faktanya perilaku tersebut akan berdampak negatif terhadap perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun, khususnya dalam penggunaan bahasa negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kekerasan verbal yang dilakukan orang tua terhadap anak usia 5 -6 tahun yang mulai menggunakan bahasa bahasa negatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap satu anak yang berusia 5-6 tahun dilingkungan Pademangan Barat. Tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan orang tua, tetangga, guru dan dokumentasi dengan analis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan 2 faktor penyebab anak menggunakan bahasa negatif sebagai alat untuk berkomunikasi. Faktor pertama yaitu orang tua yang melalukan kekerasan verbal. Faktor kedua yaitu, lingkungan sosial yang terbiasa menggunakan bahasa negatif dalam kesehariannya. Upaya yang dilakukan guru untuk mengurangi penggunaan bahasa negatif terhadap anak usia 5-6 tahun  yaitu guru memberikan stimulus atau menciptakan strategi belajar agar anak tidak mudah mencontoh bahasa negatif dan menjalin kolaborasi yang aktif dan konsisten antara guru dan orang tua.
Puzzle Huruf: Stimulasi Multisensori untuk Optimalisasi Fondasi Membaca Mekanis Anak Ritha Sjafrita; Mufassirul Alam
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8181

Abstract

Kemampuan mengenal huruf merupakan fondasi krusial literasi dini, namun anak usia 5-6 tahun di TK Happy and Smart Kids masih mengalami kendala dalam menyebutkan, membedakan, dan mencocokkan huruf. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf melalui implementasi kegiatan bermain puzzle huruf yang interaktif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri dari 5 anak. Data dikumpulkan melalui observasi sistematis, catatan lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan visual-kognitif anak. Pada Siklus II, anak tidak hanya mampu menyebutkan simbol huruf secara akurat, tetapi juga menunjukkan ketelitian tinggi dalam membedakan bentuk huruf yang serupa. Penggunaan puzzle mengubah pembelajaran pasif menjadi eksploratif, yang secara efektif meningkatkan retensi memori anak terhadap bentuk-bentuk huruf. Bermain puzzle huruf terbukti efektif sebagai media stimulasi literasi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis permainan (game-based learning) sangat krusial untuk memperkuat kesiapan membaca anak melalui penguatan aspek pengenalan simbol secara konkret dan menyenangkan.
Pengembangan Keseimbangan dan Kelincahan Anak Usia Dini melalui Permainan Tradisional Engklek Fina Nadia Lila; Mufassirul Alam
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8212

Abstract

Perkembangan motorik kasar anak usia dini, khususnya kemampuan keseimbangan dan kelincahan sebagai bagian dari fundamental movement skills, memerlukan stimulasi yang disesuaikan dengan karakteristik belajar anak melalui kegiatan bermain yang menyenangkan dan bermakna. Dalam praktik pembelajaran, kegiatan motorik kasar seringkali kurang bervariasi sehingga kesempatan anak untuk melatih kemampuan Gerak dasar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kemampuan keseimbangan dan kelincahan anak usia dini melalui permainan tradisional engklek sebagai strategi pembelajaran motorik kasar. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan secara bertahap melalui kegiatan bermain yang dirancang sesuai dengan kemampuan anak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian perkembangan motorik kasar yang meliputi kemampuan menjaga keseimbangan tubuh dan kelincahan dalam melakukan rangkaian gerak permainan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional engklek mampu meningkatkan kemampuan keseimbangan dan kelincahan anak secara bertahap melalui pengalaman gerak yang terarah dan berulang. Temuan ini menegaskan bahwa permainan tradisional dapat menjadi strategi pedagogis yang relevan dalam mendukung pengembangan fundamental movement skills anak usia dini.