Kekerasan verbal yang dialami anak kerap dipandang hal biasa yang digunakan sebagai bentuk disiplin. Namun, faktanya perilaku tersebut akan berdampak negatif terhadap perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun, khususnya dalam penggunaan bahasa negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kekerasan verbal yang dilakukan orang tua terhadap anak usia 5 -6 tahun yang mulai menggunakan bahasa bahasa negatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap satu anak yang berusia 5-6 tahun dilingkungan Pademangan Barat. Tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan orang tua, tetangga, guru dan dokumentasi dengan analis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan 2 faktor penyebab anak menggunakan bahasa negatif sebagai alat untuk berkomunikasi. Faktor pertama yaitu orang tua yang melalukan kekerasan verbal. Faktor kedua yaitu, lingkungan sosial yang terbiasa menggunakan bahasa negatif dalam kesehariannya. Upaya yang dilakukan guru untuk mengurangi penggunaan bahasa negatif terhadap anak usia 5-6 tahun yaitu guru memberikan stimulus atau menciptakan strategi belajar agar anak tidak mudah mencontoh bahasa negatif dan menjalin kolaborasi yang aktif dan konsisten antara guru dan orang tua.
Copyrights © 2026