Frans Paillin
Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INKUBASI LAYANAN MELALUI PEMBINAAN DESA MODERASI BERAGAMA: MERAJUT PERUBAHAN POSITIF DI LEMBANG KAYUOSING Rannu Sanderan; Joni Tapingku; Frans Paillin; Rismawati Ta’dung; Norpin Sangapa
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v1i1.5

Abstract

Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mempromosikan pengembangan masyarakat di Lembang Kayuosing dengan menerapkan empat pilar Moderasi Beragama dalam lanskap sosio-kultural Toraja yang terus berkembang, dipengaruhi oleh agama dan budaya tradisional. Menggunakan Metode Penelitian Tindakan Partisipatif, studi ini dilakukan di Lembang Kayuosing, melibatkan 11 dosen, 6 mahasiswa, 4 pemimpin desa, dan organisasi masyarakat (170 warga). Metodologi melibatkan seminar, kuliah, dan Diskusi Kelompok Fokus. Toraja menghadapi keragaman agama saat menuju identitas yang berbeda melalui prinsip-prinsip Moderasi Beragama. Lembang Kayuosing dapat berfungsi sebagai model perubahan sosial di setiap desa. Fase penelitian melibatkan pemilihan lokasi, survei, koordinasi rencana kolaborasi, dan eksekusi kegiatan dengan pemantauan dan evaluasi. Layanan PkM membimbing masyarakat untuk memberikan prioritas pada prinsip-prinsip Moderasi Beragama, bertindak sebagai platform untuk pengembangan masyarakat di Desa Moderasi Beragama. Keefektifan PkM dikreditkan kepada Direktorat Bimbingan Masyarakat Kristen, Kementerian Agama, yang mendukung Tim Layanan Inkubasi PkM di IAKN Toraja dan Pemerintah Daerah Tana Toraja. This Community Service (PkM) aims to promote community development in Lembang Kayuosing by applying the four pillars of Religious Moderation within the evolving socio-cultural landscape of Toraja, influenced by religion and traditional culture. Utilizing Participatory Action Research, the study is conducted in Lembang Kayuosing, involving 11 lecturers, 6 students, 4 village leaders, and community organizations (170 residents). The methodology includes seminars, lectures, and Focus Group Discussions. Toraja faces religious diversity as it navigates towards a distinct identity through Religious Moderation principles. Lembang Kayuosing can serve as a model for societal change within each village. The research phases involve site selection, survey, collaboration plan coordination, and activity execution with monitoring and evaluation. The PkM service guides the community to prioritize Religious Moderation principles, acting as a platform for community development in the Religious Moderation Village. The effectiveness of PkM is credited to the Directorate of Christian Guidance, Ministry of Religious Affairs, supporting the PkM Incubation Service Team at IAKN Toraja and Tana Toraja Regional Government.