Program Pengabdian kepada Masyarakat ini menggagas pengembangan mata kuliah Bahasa Toraja Mamasa dan Seko sebagai strategi pedagogis berkelanjutan untuk merevitalisasi bahasa daerah dalam kurikulum IAKN Toraja. Melalui simulasi informal berbasis lapangan, aktivitas partisipatif, dan kajian literatur, program ini mengevaluasi dampak pembelajaran bahasa berbasis budaya terhadap keterlibatan mahasiswa dan pemberdayaan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan linguistik dan kepekaan budaya mahasiswa, serta mengungkapkan harapan besar masyarakat agar calon pelayan gereja memiliki kecakapan berbahasa Mamasa atau Seko. Kegiatan ini mendorong partisipasi aktif mahasiswa, integrasi pengetahuan tradisional, dan pemanfaatan aplikasi Alkitab audio berbahasa daerah. Program ini menegaskan pentingnya pendidikan bahasa berbasis identitas budaya dan memberikan rekomendasi praktis untuk mengatasi keterbatasan sumber daya dalam pelestarian bahasa lokal. This community engagement program proposes the development of Toraja Mamasa and Seko language courses as a sustainable pedagogical strategy to revitalize local languages within the IAKN Toraja curriculum. Through field-based informal simulations, participatory activities, and literature review, the program evaluates the impact of culturally grounded language instruction on student engagement and community empowerment. The results show significant improvements in students’ linguistic skills and cultural sensitivity, while also highlighting strong community expectations for future church leaders to be proficient in Mamasa or Seko. The initiative promotes active student involvement, the integration of traditional knowledge, and the use of local-language audio Bible applications. This program underscores the importance of identity-based language education and offers practical recommendations for addressing resource limitations in local language preservation.