Sita Isna Malyuna
Universitas Ronggolawe Tuban

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Assessing the Assessor: Investigating Formative Assessment Literacy Among Islamic Education Teachers in Lamongan, Indonesia Zuhriyyah Hidayati; Nurdi Nurdi; Kusaeri Kusaeri; Suparto Suparto; Sita Isna Malyuna
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.7933

Abstract

Formative assessment literacy is essential for effective and student-centered instruction, yet limited research explores its application within religious education. This study investigates the level of formative assessment literacy among Islamic Education (PAI) teachers in Lamongan, East Java, focusing on three dimensions: conceptual understanding, practical implementation, and socio-emotional awareness. A descriptive quantitative design was employed, involving 263 PAI teachers from elementary to secondary levels. Data were collected using a validated Likert-scale questionnaire adapted from the Teacher Formative Assessment Literacy Scale (TFALS). Descriptive statistics and linear regression analysis were used to examine literacy levels and the predictive contribution of each dimension. The results show that PAI teachers exhibit high levels of formative assessment literacy across all three dimensions, with mean scores exceeding 5 on a 6-point scale. Regression analysis confirmed that each dimension significantly and independently contributes to teachers’ perceptions of formative assessment. However, interaction effects between dimensions were not significant, indicating limited cross-dimensional integration. These findings suggest that while PAI teachers possess strong individual competencies in assessment, holistic integration remains a challenge. Professional development should therefore address not only technical knowledge but also foster reflective and emotional capacities. Strengthening these areas can support more inclusive, ethical, and responsive assessment practices, particularly in value-based educational contexts such as Islamic education.
Validitas Media Video Animasi berbasis Kuis Interaktif pada Pembelajaran Bangun Datar kelas II Sekolah Dasar Berlian Anatasya Qilda Julianty; Sita Isna Malyuna; Wendri Wiratsiwi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7953

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji tingkat validitas media pembelajaran berupa video animasi yang dipadukan dengan kuis interaktif pada materi bangun datar untuk siswa kelas II sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi lima tahapan, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II di UPT SD Negeri Sedayulawas 3 yang berjumlah 10 orang siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran angket untuk mengukur validitas media. Proses validasi melibatkan tiga validator, yaitu ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menghitung persentase tingkat kelayakan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat validitas media berdasarkan penilaian ahli materi sebesar 94%. dengan kategori Sangat Valid, ahli media sebesar 98% dengan kategori Sangat Valid, dan ahli bahasa sebesar 71% dengan kategori Valid. Secara keseluruhan, media pembelajaran yang dikembangkan memperoleh nilai rata-rata sebesar 88% dengan kategori Sangat Valid. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran video animasi berbasis kuis interaktif pada materi bangun datar dinyatakan Layak digunakan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran untuk mendukung peningkatan hasil belajar siswa kelas II sekolah dasar.