Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Enhancing Islamic Moral Understanding and Critical Thinking through an Augmented Reality Qur’anic Storytelling Platform in Primary Education RA. Thoyyiba Firdaus; Iwan Kuswandi; M Ridwan
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.9116

Abstract

Islamic Religious Education (IRE) aims not only to impart religious knowledge but also to cultivate students’ moral understanding and critical thinking. However, conventional Qur’anic storytelling methods often fall short in engaging students cognitively and ethically. This study investigates the effectiveness of an Augmented Reality (AR)–based Qur’anic storytelling platform in enhancing Islamic moral understanding and critical thinking among primary school students. A quasi-experimental pretest–posttest non-equivalent control group design was used with 80 sixth-grade students in Indonesia, divided equally into experimental and control groups. The experimental group received instruction through the AR-based Qur’anic storytelling platform, while the control group experienced conventional teacher-led narrative instruction. A 30-item validated instrument assessed Islamic moral understanding and critical thinking before and after the intervention. Posttest scores showed significantly higher gains in the experimental group for both Islamic moral understanding (M = 82.90) and critical thinking (M = 80.25), compared to the control group (M = 68.75 and M = 65.90, respectively). Independent t-tests confirmed these differences were statistically significant (p .001). Large effect sizes (Cohen’s d 1.90) were observed, indicating strong practical impact. Findings suggest that AR-enhanced storytelling can transform traditional moral instruction by fostering deeper engagement, reflective judgment, and higher-order thinking. This pedagogically guided use of AR offers promising implications for values-based education and supports the integration of immersive technologies into Islamic Religious Education curricula.
PENGARUH GAME-BASED LEARNING BERBANTUAN PUZZLE POHON TUBEL TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA SEKOLAH DASAR Hosnaini Hosnaini; Framz Hardiansyah; Iwan Kuswandi
Daiwi Widya Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v13i1.2898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Game-Based Learning berbantuan media Puzzle Pohon Tubel terhadap kemampuan membaca permulaan siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experiment melalui desain Non-Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 39 siswa kelas II SDN Pinggir Papas II yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran menggunakan model Game-Based Learning berbantuan media Puzzle Pohon Tubel, sedangkan kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca permulaan, observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, independent sample t-test, dan effect size dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penerapan model Game-Based Learning berbantuan media Puzzle Pohon Tubel terhadap kemampuan membaca permulaan siswa sekolah dasar dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Rata-rata kemampuan membaca permulaan siswa pada kelompok eksperimen meningkat lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Nilai effect size sebesar 1,42 menunjukkan pengaruh dalam kategori besar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi Game-Based Learning dan media Puzzle Pohon Tubel mampu menciptakan pembelajaran membaca yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan sehingga efektif meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa sekolah dasar.
Integrasi Social-Emotional Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Dampaknya terhadap Empati, Regulasi Diri, dan Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar Ahmad Saiful Alim; Iwan Kuswandi; Zainuddin
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i1.1665

Abstract

This study aimed to analyze the effect of integrating Social-Emotional Learning (SEL) into Islamic Religious Education (PAI) learning on elementary school students’ empathy, self-regulation, and character development. The study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a nonequivalent control group pretest–posttest model. The research subjects consisted of 60 fourth-grade students at SDIT Al Hidayah, who were divided into an experimental group and a control group. The experimental group received PAI instruction integrated with SEL, while the control group followed regular PAI instruction. Data were collected using an empathy scale, a self-regulation scale, and a character observation rubric. Data analysis was conducted using analysis of covariance (ANCOVA) with pretest scores as covariates. The results indicated that the integration of SEL into PAI learning had a significant effect on improving students’ empathy, self-regulation, and character development (p < 0.05). Among the measured variables, self-regulation showed the largest effect size compared to the others. These findings demonstrate that PAI learning integrated with SEL is more effective in developing students’ social-emotional competencies and character than conventional PAI instruction. This study contributes to the development of a contextual PAI learning model that is relevant to the demands of 21st-century education.
Bedah Buku Perempuan Sejuta Kepahitan sebagai Media Edukasi Akhlak Pencegahan Pacaran di Pondok An-Nahdloh Malaysia Iwan Kuswandi
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v6i3.6689

Abstract

Pondok An-Nahdloh merupakan lembaga pendidikan yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama dan mengembangkan model pendidikan integratif antara penguatan keilmuan keislaman dan pembinaan karakter santri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk bedah buku dengan tujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, membaca, dan menulis santri, sekaligus sebagai media edukasi akhlak dalam upaya pencegahan pacaran di lingkungan pesantren. Hasil evaluasi kuantitatif menunjukkan bahwa kegiatan bedah buku Perempuan Sejuta Kepahitan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi dan pemahaman nilai akhlak santri. Instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,812, data berdistribusi normal dengan signifikansi 0,200, serta terdapat peningkatan skor pascakegiatan yang signifikan secara statistik (mean = −6,42; t = −10,19; Sig. = 0,000). Temuan ini menegaskan bahwa bedah buku dapat dijadikan model intervensi pedagogis yang efektif di pesantren.
PENGARUH MEDIA PAPAN JURANG TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PENGURANGAN BERSUSUN SISWA KELAS II DI SDN KOLOR II Awidatir Rahmatillah; Iwan Kuswandi; Misbahudholam Misbahudholam
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.5294

Abstract

Kemampuan berhitung pengurangan bersusun siswa kelas II di SDN KOLOR II masih tergolong rendah dikarena siswa keluitan dalam memahmi konsep matematika yang masih tergolong abstrak sedangkan pada umumnya siswa berpikir dari hal-hal yang konkret menuju hal-hal yang abstrak selain itu siswa kesulitan dalam memahami konsep nilai tempat dan proses meminjam. Penelitian ini bertujuan unruk mengetahui pengaruh media papan jurang terhadap kemampuan berhitung pengurangan bersusun siswa kelas II di SDN KOLOR I. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experimental design). Desain yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design yang melibatkan dua kelas pembanding, sampel penelitian ini terdiri dari kelas kontrol dan kelas eksperimen, dan analisis data yang digunakan Independent Sample t-test, hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan media papan jurang memberikan dampak yang signifikan terhadap keterampilan berhitung pengurangan bersusun siswa kelas II SDN Kolor II. Hal ini dibuktikan melalui rata-rata nilai pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol relatif tidak berbeda. sebelum perlakuan, rata-rata nilai pretest kelas eksperimen sebesar 25,00 kemudian pada posttest meningkat menjadi 64,00 setelah diberikan perlakuan   sedangkan pada kelas kontrol rata-rata nilai pretest sebesar 23,94 kemudia meningkat pada posttest menjadi 43,56.   hasil dari Independent Sample t-Test pada data posttest yang menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05), sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima.
Cultivating spiritual awareness in Islamic primary education through contemplative pedagogy: a quasi-experimental study Sa’idatus Sariroh; Iwan Kuswandi; Framz Hardiansyah
Journal of Integrated Elementary Education Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang in collaboration with PD PGMI Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jieed.v6i1.30538

Abstract

This study investigates the effectiveness of contemplative pedagogy in cultivating spiritual awareness among students in Islamic primary education. Addressing the limited empirical evidence on pedagogical approaches that foster students’ inner spiritual development, this study employed a quasi-experimental design using a non-equivalent control group pretest–posttest model. The participants were 80 Grade 5 students from an Islamic primary school in Sumenep Regency, Indonesia, divided into an experimental group (n = 40) and a control group (n = 40). Spiritual awareness was measured using a validated questionnaire administered before and after the instructional intervention. Descriptive analysis showed that both groups had comparable pretest scores (experimental M = 67.85; control M = 68.10). After the intervention, the experimental group demonstrated a substantially higher posttest mean score (M = 82.40) compared to the control group (M = 73.25). The mean gain score of the experimental group (ΔM = 14.55) exceeded that of the control group (ΔM = 5.15). Inferential analysis using analysis of covariance (ANCOVA) revealed a significant effect of contemplative pedagogy on students’ spiritual awareness after controlling for pretest scores, F(1, 77) = 48.47, p < .001, with a large effect size (partial η² = .386). These findings provide empirical evidence that contemplative pedagogy is a practical instructional approach for enhancing students’ spiritual awareness—particularly in terms of God-conscious awareness, reflective meaning-making of Islamic values, moral self-regulation, and commitment to value-based action—in Islamic primary education.