Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FEASIBILITY OF THE UTILIZATION CONDENSATE AS RAW MATERIAL FOR PETROCHEMICAL Holisoh Holisoh
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 39 No 3 (2016)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.39.3.102

Abstract

The utilization of condensate is currently not optimal yet, where most of its production are mixed with crude oil which results in significant shrinkage in oil volume. As a hydrocarbon product, condensate can be utilized as a raw material for petrochemical industry, fuel and solvent. Currently raw materials of petrochemical industry in Indonesia are imported from other countries. To optimize the utilization of condensate it is necessary to conduct a characteristic test of several types of condensate and then conducted a utilization analysis based on their number and its nature. Paraffin, Olefin, Naphthenic and Aromatic (PONA) test results showed that the six samples of condensate in the test had a fairly high paraffin content of above 60%. The highest paraffin content was 82.84% for condensate B and the lowest was 61.4% for condensate E. The six condensate samples contain higher paraffin, which are suitable for use as raw material for petrochemical olefin.The results of the economic calculation of the construction unit Olefin Process Center with a capacity of 100,000 BPSD, which is an IRR as 22.8 %, the NPV as of US $ 1,801,491,951.12 , POT for 4.1 years, and PI as 1.87. Developing of Olefin Process Unit Center being constructed in Indonesia is economical worthy.
SINTESIS DME BERBAHAN DASAR SYNGAS DENGAN MENGGUNAKAN REAKTOR CSTR DAN PFR Holisoh Holisoh
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 52 No 1 (2018)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.52.1.92

Abstract

Dimetileter memiliki bilangan oktana tinggi dan sifat mirip dengan LPG, dapat digunakan sebagai bahan bakar diesel untuk mobil dan LPG alternatif untuk rumah tangga. Reaksi sintesis DME merupakan reaksi kesetimbangan yang dipengaruhi oleh kemampuan aktivitas katalis. Penanganan panas hasil reaksi dapat berpengaruh pada terbentuknya reaksi sekunder, sehingga mengurangi pembentukan DME. Dalam penelitian telah dicoba proses sintesis dengan 2(dua) reaktor yang berbeda yaitu reaktor CSTR (Continuous Stirer Tank reactor) dan PFR (Flug Flow Reactor) untuk mempelajari kemampuan katalis sintesis DME. Maksud dan tujuan penelitian ini adalah mendapatkan teknologi sintesis DME dengan menggunakan reaktor CSTR dan PFR, serta mempelajari kinerja katalis terhadap produk DME pada reaktor tersebut. Katalis yang digunakan terdiri dari katalis sintesis metanol Cu/ZnO/Al2O3 dan katalis dehidrasi ƴ- Al2O3, HZSM-5. Uji kinerja katalis DME kopresitasi pada reaktor CSTR menghasilkan hidrokarbon ringan (54,52%), metanol (25,15 %), dan DME (10,10%). Panas reaksi berlebih pada reaktor CSTR menurunkan aktvitas katalis dehidrasi. Sedangkan pada reaktor Plug Flow Reactor (PFR) dengan sistem unggun katalis fixed bed katalis ko impegrasi memberikan komposisi produk DME yang baik yaitu DME (88 %), metanol (10 %), dan sedikit hidrokarbon ringan (2%). Reaktor PFR memberikan penanganan panas yang lebih baik, dan mampu memberikan produk reaksi lebih baik dari pada reaktor CSTR.
Preparasi dan Aktivitas Katalis Sintesis Dimetil Eter Holisoh Holisoh; Chairil Anwar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 2 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.2.138

Abstract

Penelitian tentang preparasi katalis sintesis DME telah dilakukan dengan metode kopresipitasi, ko-impregnnasi, dan impregnasi garam logam copper nitrat, zinc nitrat, dan aluminium nitrat. Karakterisasi katalis dilakukan dengan metode BET, TPR, dan XRD. Katalis yang diperoleh dari ko-impregnasi memberikan hasil BET cukup baik, TPR pada 298°C, dan spektrum XRD yang tajam untuk spesies CuO, ZnO, dan Al2O3.. Uji aktivitas katalis sintesis DME di dalam reactor autoclave pada kondisi operasi , yaitu temperatur 260 – 300oC, dan tekanan 40- 42 bar dengan umpan campuran gas sintesis H2/CO sebesar 2,2 memberikan hasil DME 10% berat,MeOH 44,824%,metana sebesar 25,188% berat, CO2 sebesar 0,306% berat, CO2 sebesar 7,8% berat, dan hidrokarbon ringan.
Potensi DME sebagai Bahan Bakar Alternatif Holisoh Holisoh
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 3 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.3.146

Abstract

Keberhasilan program pengalihan minyak tanah ke Liquiefied Petroleum Gas (LPG )berakibat meningkatnya permintaan LPG untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selama ini, penyediaan LPG selain disuplai dari kilang Pertamina, KPS, dan impor dengan demikian akan memicu meningkatnya impor LPG. Senyawa dimetileter mempunyai karakteristik yang unik, memiliki sifat sebagai bahan bakar, dan berpotensi sebagai bahan bakar multi guna yaitu pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan LPG untuk rumah tangga. Beberapa aplikasi DME, antara lain, sebagai bahan bakar, pelarut, propelan, dan bahan baku petrokimia C1, SNG, dan fuel cell. Karakteristik DME hampir sama dengan LPG sehingga dapat digunakan sebagai substitusi LPG di mana fasilitas transportasi dan distribusinya dapat menggunakan fasilitas LPG
Pembangunan Kilang Baru Holisoh Holisoh; Fiqih Ghifhari; Dessy Yudiartini; Mubaher Sidik
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 49 No 1 (2015)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.49.1.237

Abstract

Indonesia membutuhkan 2(dua) kilang baru dengan kapasitas 300 ribu bph untuk mengatasi impor BBM. Pemerintah telah menerima beberapa pengajuan rencana pembangunan kilang baru dari beberapa investor seperti Saudi Aramco dan Kuwait Petroleum melalui kerja sama dengan Pertamina.Namun belum ada keputusan yang konkrit untuk kerjasama terkait, sehingga Pemerintah perlu mencari strategi untuk terwujudnya pembangunan kilang tersebut, termasuk cara pengadaan minyak mentah untuk bahan baku, penentuan konfigurasi kilang serta pola pendanaannya. Untuk menyatukan pendapat terkait pengembangan kilang, LEMIGAS telah melakukan FGD (Focus Group Discussion) pada 26 Juni 2014 di Bogor dengan peserta lintas kementrian. Hasil presentasi & diskusi dari berbagai sudut pandang diperoleh gambaran bahwa pemerintah harus segera membangunan kilang baru, memilih pola pendanaan yang layak, dan mampu laksana. Pemilihan konfigurasi kilang BBM & petrokimia mampu memberikan marjin lebih baik, karena menghasilkan produk petrokimia yang lebih ekonomis dan memaksimalkan pemanfaatan hidrokarbon, serta mengoptimalkan penggunaan utilitas. Kilang pembiayaan swasta memberikan IRR sebesar 6% tanpa insentif dari pemerintah. Dengan insentif (tax allowance atau tax holiday dan pembebasan PPN barang kena pajak strategis) IRR akan meningkat menjadi 7%. Namun inipun belum cukup menarik untuk investor swasta, yang memerlukan IRR minimum sebesar 12%. Skema Kerja sama Pemerintah dan Swasta (KPS) yang disertai insentif dapat meningkatkan IRR menjadi sekitar 10-12%. Kenaikan IRR ini diakibatkan oleh 70% equity merupakan dana pemerintah. Meskipun demikian, kemungkinan pelaksanaan pendanaan secara KPS akan memerlukan proses dan waktu cukup panjang. Pembiayaan oleh Pemerintah seluruhnya dapat memberikan IRR 8,4%. Ini akan menarik apabila Pemerintah dapat menjual obligasi valas atau Suku valas/obligasi syariah yang dimasa lalu dengan kupon/imbal jasa lebih rendah dari 6% dan menurun.