Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Model Pembelajaran Pancasila: Internalisasi Nilai Pancasila Melalui Media Audiovisual Annissa Juniarti; T Heru Nurgiansah; Depi Saptika Julianti
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7036

Abstract

Di tengah derasnya arus globalisasi, pendidikan Pancasila memiliki peran krusial sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter bangsa. Namun, pola pembelajaran yang monoton dan dominan menggunakan metode ceramah serta hafalan seringkali menimbulkan kebosanan dan menurunkan efektivitas internalisasi nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, diperlukan inovasi model pembelajaran yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman, salah satunya melalui pendekatan audiovisual, khususnya media film. Audiovisual dipandang mampu menghadirkan kombinasi suara dan gambar yang memperkaya pengalaman belajar, memudahkan pemahaman materi yang kompleks, serta menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, dilaksanakan di SD Negeri 1 Cisitu Kota Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dengan kuesioner, serta dokumentasi berupa catatan, foto, dan arsip pendukung. Partisipan utama dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Pancasila dan siswa kelas 5A sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki antusiasme dan minat yang sangat tinggi terhadap pembelajaran menggunakan media audiovisual. Sebanyak 85,7% responden menyatakan “minat sekali”, sementara 90,5% siswa menilai materi lebih mudah dipahami ketika disampaikan melalui media audiovisual. Lebih lanjut, 90,5% siswa merasa sangat terbantu dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran dengan metode ini. Dari sisi preferensi, mayoritas siswa (76,2%) lebih memilih audiovisual dibandingkan praktik lapangan (19%) maupun metode teoretis konvensional (4,8%).
Meningkatkan Pengetahuan Kewarganegaraan Mahasiswa melalui Mata Kuliah Pancasila Dzakka Khairana Wandeka; T Heru Nurgiansah; Egi Rian Januri
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7037

Abstract

Strategi pembelajaran mata kuliah Pancasila yang efektif untuk memperkuat civic knowledge mahasiswa. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, kajian ini menelaah artikel jurnal penelitian, buku, silabus, serta dokumen kebijakan pendidikan tinggi yang dipublikasikan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Data dianalisis secara deskriptif-analitik dan disintesis secara tematik untuk membandingkan temuan antar sumber. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang inovatif dan kontekstual meliputi blended learning, diskusi berbasis isu aktual (Problem Based Learning), Project Based Learning, dan student centered learning konsisten meningkatkan pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, serta keterlibatan sosial mahasiswa dibandingkan metode konvensional. Kendala utama yang teridentifikasi adalah praktik pengajaran yang masih normatif dan monoton, bahan ajar yang kurang kontekstual, serta sistem evaluasi yang cenderung berorientasi pada hafalan sehingga kurang mampu mengukur ranah afektif dan keterampilan kewarganegaraan. Berdasarkan temuan tersebut, perlunya integrasi pembelajaran berbasis masalah/proyek, pengembangan modul kontekstual berbasis studi kasus, peningkatan kapasitas dosen dalam metode pembelajaran aktif, serta perancangan instrumen asesmen komprehensif. Implikasi kebijakan mencakup pemanfaatan prinsip Merdeka Belajar Kampus Merdeka untuk memperluas pengalaman nyata mahasiswa dalam internalisasi nilai Pancasila. Penelitian lanjutan direkomendasikan berupa evaluasi empiris intervensi pembelajaran untuk mengukur dampak kuantitatif terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku kewarganegaraan mahasiswa.
Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi yang Berintegritas Farrel Haganta Perangin Angin; T Heru Nurgiansah
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7038

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berpotensi strategis sebagai wahana pendidikan karakter karena memadukan penguatan pengetahuan kewargaan, nilai-nilai Pancasila, dan praktik partisipasi demokratis. Studi ini menelaah integrasi nilai karakter dalam pembelajaran PKn, strategi pengajaran yang efektif, serta bukti dampaknya terhadap sikap/kompetensi karakter siswa dari berbagai riset akses terbuka ber-DOI. Sintesis temuan menunjukkan: (1) integrasi nilai melalui budaya kelas, kurikulum tersembunyi, dan penilaian autentik memperkuat nilai tanggung jawab, toleransi, dan integritas; (2) model berbasis masalah/proyek, pembelajaran kontekstual, dan aksi kewargaan mendorong internalisasi nilai; (3) praktik anti-korupsi sebagai domain karakter kewargaan dapat diukur dan ditingkatkan kualitasnya. Implikasi praktis mencakup desain langkah pembelajaran berjenjang (konseptualisasi–internalisasi–aktualisasi–evaluasi), dukungan iklim sekolah, dan asesmen karakter yang sahih. Temuan mempertegas posisi PKn sebagai ekosistem pembentukan karakter yang utuh dan terukur.
Analisis Metode Pembelajaran Pendidikan Pancasila yang Menarik dan Interaktif di Sekolah Fauzi Muhamad Rizqi; T Heru Nurgiansah
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7039

Abstract

Pendidikan Pancasila mempunyai peran penting dalam membentuk karakter dan identitas kebangsaan para siswa. Namun, pada kenyataannya pelajaran mengenain Pancasila sering dianggap membosankan, karena memiliki cara penyampaian yang cenderung hanya teoritis dan terkesan monoton. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pembelajaran Pendidikan Pancasila yang lebih menarik dan interaktif yang ada di sekolah. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan secara kualitatif dari jurnal terpilih, dilengkapi adanya observasi sederhana terhadap cara mengajar atau praktik guru di kelas. Hasil yang didapatkan bahwa media dengan media, sperti kuis , game yang edukatif, video animasi, serta multimedia yang berdiferensiasi dapat meningkatkan minat, keikutsertaan, dan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Oleh karena itu, dengan beberapa media interaktif yang disatukan dalam satu model pembelajaran dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi kebosanan siswa sekaligus bisa menambah wawasan para siswa untuk memahami nilai-nilai Pancasila yang terkandung di dalamnya.
Peran Mahasiswa Sebagai Generasi Muda dalam Mewujudkan dan Meningkatkan Kesadaran Bela Negara Muhammad Ramadhan; Devi Nur Fajriani Rahman; Kevin Josep Fernando Yessa; Fitra Giantoyo; T Heru Nurgiansah
SMASH: Journal of Social Management Sains and Health Vol 1, No 1 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/smash.v1i1.4328

Abstract

Bela negara adalah sebuah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai generasi muda, mahasiswa memiliki peranan penting dalam melakukan upaya bela negara. Namun, pada kenyataannya masih banyak mahasiswa yang kurang memahami pentingnya Bela Negara dalam membentuk suatu bangsa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep bela negara, peran mahasiswa, dan upaya yang telah dilakukan mahasiswa dalam mewujudkan bela negara. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur atau studi kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data dengan melakukan pengkajian terhadap buku-buku, jurnal, literatur atau berbagai laporan yang berkaitan dengan penelitian, sehingga hasilnya disajikan dalam bentuk deskriptif untuk diambil kesimpulan.
Penerimaan Hak dan Kewajiban Terhadap Akses Pendidikan yang Merata di Indonesia Yazid Setiaji; Mochamad Aziz Zhafir; Rifania Anjani; T Heru Nurgiansah
SMASH: Journal of Social Management Sains and Health Vol 1, No 1 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/smash.v1i1.4329

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi karena adanya permasalahan penerimaan hak dan kewajiban warga negara untuk mendapatkan akses Pendidikan yang layak bagi seluruh warga negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana akses Pendidikan di Indonesia yang belum merata terutama di daerah Bolaang Mogondow Selatan, Sulawesi Selatan. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode Kepustakaan dengan mencari sumber sumber dari jurnal, buku, atau referensi lainnya. Hasil dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar permasalahan Pendidikan yang tidak merata di daerah Bolaang Mogondow Selatan, Sulawesi Selatan karena adanya beberapa faktor yang cukup menjadi permasalahan utama seperti; faktor ekonomi dan faktor lingkungan.
Transformasi Sosial: Peran Penting Kesetaraan Gender Dalam Pencapaian Hak Asasi Manusia Zalfa Afifah Zahra; Ratu Shafiyyah Dara Zhafir; Cahya Ramdan Putra Mandayusdi; Hiratul Aprial; T Heru Nurgiansah
SMASH: Journal of Social Management Sains and Health Vol 1, No 1 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/smash.v1i1.4330

Abstract

Gender equality is a fundamental aspect of human rights, and this study aims to analyze it through a human rights lens. Utilizing normative juridical methods, the research examines existing literature, laws, and regulations pertaining to gender equality. The literature review reveals that women's rights are integral to human rights, with women often classified as vulnerable. International conventions and legislation are in place to uphold and safeguard women's rights and promote gender equality. Despite these efforts, achieving gender equality in Indonesia faces challenges. Cultural norms that prioritize women's domestic roles, limited awareness of women's rights, and societal stereotypes portraying women as weak contribute to these obstacles. Gender equality remains a pressing issue due to prevalent cases of gender-based injustice, including in Indonesia.
Gaya Kepemimpinan Populis Dedi Mulyadi sebagai Wujud Praktik Pancasila Kontemporer Ken Ken Kusumah Ramadhan; T Heru Nurgiansah
Justice Amnesty Law and Undoing Journal Vol 1, No 2 (2025): November 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalu.v1i2.7047

Abstract

Di tengah krisis kepercayaan pada institusi politik formal dan maraknya populisme digital, gaya kepemimpinan populis menjadi alternatif yang menarik perhatian publik. Artikel ini bertujuan menganalisis gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi sebagai sebuah wujud praktik Pancasila di era kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengolah data primer dari konten kanal YouTube "KANG DEDI MULYADI CHANNEL" dan data sekunder berupa studi literatur serta data survei. Temuan utama menunjukkan bahwa Dedi Mulyadi secara efektif mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, terutama Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, melalui narasi dan aksi populis yang menyentuh langsung masyarakat marjinal. Gaya kepemimpinannya yang membumi, komunikatif, dan memanfaatkan media digital terbukti menjadi model yang efektif dalam membumikan Pancasila. Namun, model ini berisiko menciptakan kultus individu yang berpotensi mengesampingkan peran institusi demokrasi formal.
Penguatan Civic Disposition Generasi Muda sebagai Penjaga Warisan Budaya Indonesia Honggo Yahya; T Heru Nurgiansah
Justice Amnesty Law and Undoing Journal Vol 1, No 2 (2025): November 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalu.v1i2.7043

Abstract

Indonesia merupakan negara multikultural dengan keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya yang menjadi kekayaan sekaligus tantangan dalam menjaga dan menumbuhkan kembali sikap kewarganegaraan di dalam diri. Di era globalisasi, derasnya arus budaya asing sering kali menimbulkan krisis identitas, terutama pada generasi muda yang cenderung lebih mengenal budaya luar dibandingkan budaya lokalnya. Kondisi ini membuka peluang klaim budaya oleh bangsa lain serta berkurangnya kecintaan terhadap warisan bangsa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk menganalisis peran strategis generasi muda dalam membangun kembali sikap kewarganegaraan dalam memperkuat kesadaran generasi muda terhadap nilai kebangsaan dan pelestarian budaya Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan sikap kewarganegaraan dapat dilakukan melalui pendidikan karakter berbasis budaya, pemanfaatan teknologi, penyelenggaraan festival budaya, dan literasi digital. Sinergi antara keluarga, sekolah, komunitas, dan pemerintah diperlukan agar generasi muda tidak hanya mampu melestarikan budaya, tetapi juga menjadikannya sebagai sumber inovasi dan daya saing bangsa di tingkat global. Dengan penguatan sikap kewarganegaraan yang kokoh, generasi muda diharapkan tetap percaya diri menghadapi dinamika global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Penguatan Identitas Nasional Indonesia melalui Bahasa, Pancasila, dan Pendidikan di Era Globalisasi Houdy Farrel Andrea; T Heru Nurgiansah
Justice Amnesty Law and Undoing Journal Vol 1, No 2 (2025): November 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalu.v1i2.7044

Abstract

Identitas nasional merupakan landasan fundamental bagi terbentuknya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dalam konteks globalisasi, identitas nasional menghadapi tantangan berupa penetrasi budaya asing, perkembangan teknologi informasi, serta pergeseran nilai di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi penguatan identitas nasional melalui tiga aspek utama, yaitu bahasa Indonesia, Pancasila, dan pendidikan. Hasil kasjian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia berfungsi sebagai simbol pemersatu, Pancasila menjadi dasar nilai dan ideologi bangsa (Abdusshomad et al., 2024), serta pendidikan berperan dalam mentrasmisikan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi penerus (Dewi Najicha, 2024). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya integrasi ketiga aspek tersebut dalam kebijakan pendidikan dan kebudayaan guna memperkokoh identitas nasional Indonesia di tengah arus globalisasi.