Di tengah derasnya arus globalisasi, pendidikan Pancasila memiliki peran krusial sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter bangsa. Namun, pola pembelajaran yang monoton dan dominan menggunakan metode ceramah serta hafalan seringkali menimbulkan kebosanan dan menurunkan efektivitas internalisasi nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, diperlukan inovasi model pembelajaran yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman, salah satunya melalui pendekatan audiovisual, khususnya media film. Audiovisual dipandang mampu menghadirkan kombinasi suara dan gambar yang memperkaya pengalaman belajar, memudahkan pemahaman materi yang kompleks, serta menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, dilaksanakan di SD Negeri 1 Cisitu Kota Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dengan kuesioner, serta dokumentasi berupa catatan, foto, dan arsip pendukung. Partisipan utama dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Pancasila dan siswa kelas 5A sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki antusiasme dan minat yang sangat tinggi terhadap pembelajaran menggunakan media audiovisual. Sebanyak 85,7% responden menyatakan “minat sekali”, sementara 90,5% siswa menilai materi lebih mudah dipahami ketika disampaikan melalui media audiovisual. Lebih lanjut, 90,5% siswa merasa sangat terbantu dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran dengan metode ini. Dari sisi preferensi, mayoritas siswa (76,2%) lebih memilih audiovisual dibandingkan praktik lapangan (19%) maupun metode teoretis konvensional (4,8%).