Artikel ini mengkaji tantangan sekaligus keuntungan dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai Pancasila pada era globalisasi. Globalisasi yang ditandai dengan perkembangan pesat dalam bidang teknologi, informasi, ekonomi, sosial, budaya, dan politik telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Perubahan tersebut menghadirkan tantangan berupa lunturnya identitas nasional, meningkatnya individualisme, konsumtivisme, materialisme, serta masuknya ideologi asing yang sering kali bertentangan dengan nilai luhur Pancasila. Kondisi ini berpotensi melemahkan semangat persatuan, gotong royong, serta jati diri bangsa yang selama ini menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat. Namun demikian, globalisasi juga memberikan peluang besar bagi revitalisasi nilai-nilai Pancasila, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana edukasi, komunikasi, dan media penyebaran nilai kebangsaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi literatur untuk menelaah dinamika penerapan nilai Pancasila di tengah arus globalisasi. Kajian literatur dilakukan dengan menganalisis referensi berupa artikel, jurnal, dan sumber media massa yang relevan guna memperoleh gambaran komprehensif tentang peran Pancasila dalam menghadapi tantangan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan mempertahankan relevansi Pancasila sangat bergantung pada kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana pembelajaran interaktif, media musyawarah tanpa batas ruang dan waktu, serta instrumen diplomasi budaya di tingkat global terbukti dapat memperkuat posisi Pancasila sebagai ideologi negara. Dengan demikian, globalisasi tidak hanya dipandang sebagai ancaman, melainkan juga peluang strategis untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kehidupan modern, sehingga Pancasila tetap relevan sebagai pedoman moral, politik, dan sosial dalam menjaga persatuan bangsa Indonesia.