Khusnul Khotimah
Universitas Insan Budi Utomo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tradisi Batar Manaik dalam Masyarakat Suku Malaka : Studi Kasus di Desa Builaran Kabupaten Malaka Provinsi Nusa Tenggara Timur Khusnul Khotimah; Menciana Bete; Rizki Agung Novariyanto
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.81

Abstract

Tradisi batar manaik adalah salah satu tradisi yang di lakukan setiap tahun di Suku Malaka Tafatik(Istana) yang berada di Desa Builaran. Batar Manaik adalah salah satu tradisi adat tahunan di Kabupaten Malaka yang sudah berlangsung lama sejak ratusan tahun yang lalu.Tujuan untuk mempersembahkan upeti rakyat Wehali kepada Raja Liurai.tradisi ini digelar untuk mengenang kembali tradisi,budaya peninggalan leluhur pada jaman dulu.tradisi ini diadakan setiap bulan agustus setelah panen jagung.Tujuan dari penelitiana ini adalah untuk mengetahui makna tradis batar manaik yanag ada di Suku Malaka Desa Builaran,juga untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaannya,serta Nilai-nilai apa saja yang di dapat dalam tradisi batar manaik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif.hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi batar manaik di Desa Builaran merupakan tradisi turun temurun dari leluhur mereka.sebuah tradisi yang harus di hadapi dan terus di lestarikan. juga untuk mempererat tali Persaudaraan dan menjaga kelestarian budaya lokal yang ada dalam kehidupan masyarakat Wehali.
Makna Tradisi Tepung Tawar Perkawinan Adat Melayu Di Desa Sedanau Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau Sulastri Sulastri; Khusnul Khotimah; Hendri Setiawan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 2 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i2.273

Abstract

Upacara tepung tawar merupakan kegiatan budaya dan pengamalan budaya melayu. Upacara ini juga merupakan tradisi/kebiasaan yang diwariskan keluarga secara turun temurun generasi dilakukan di pesta pernikahan. Upacara juga diyakini mempunyai makna sebagai hadiah dan doa pemberkatan untuk kesejahteraan kedua mempelai dan seluruh keluarganya, demikian juga secara signifikan sebagai simbol penolakan terhadap segala bala dan gangguan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna Tradisi dan dan nilai-nilai yang terkandung serta manfaat yang diperoleh dari upacara dalam pernikahan adat Melayu Kepulauan Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitaif deskriptif dengan pengumpulan data wawancara dengan tertua Adat, rekaman video dan audio sebagai bahan observasi. Penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini tidak hanya dianggap mempunyai makna upacara doa dan pemberkatan demi kesejahteraan kedua mempelai dan seluruh keluarganya dan sebagai sekedar kumpulan media saja. Selain itu, upacara ini mempunyai makna yang luas mulai dari alat dan bahan, pelaku Tepuk Tepung Tawar, tata cara pengerjaannya. Adapun Nilai yang terkandung dalam upacara ini adalah nilai sosial, nilai kekeluargaan, agama dan budaya nilai-nilai. Ditambah pula dengan manfaat yang diperoleh dari pelaku dan pelaksana upacara diantara Tepuk tepung Tawar disampaikan doa, harapan, cita-cita dan harapan, silaturahmi, berdoa untuk kebaikan dalam pernikahan.