Hendri Setiawan
Universitas Insan Budi Utomo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Tradisi Tepung Tawar Perkawinan Adat Melayu Di Desa Sedanau Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau Sulastri Sulastri; Khusnul Khotimah; Hendri Setiawan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 2 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i2.273

Abstract

Upacara tepung tawar merupakan kegiatan budaya dan pengamalan budaya melayu. Upacara ini juga merupakan tradisi/kebiasaan yang diwariskan keluarga secara turun temurun generasi dilakukan di pesta pernikahan. Upacara juga diyakini mempunyai makna sebagai hadiah dan doa pemberkatan untuk kesejahteraan kedua mempelai dan seluruh keluarganya, demikian juga secara signifikan sebagai simbol penolakan terhadap segala bala dan gangguan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna Tradisi dan dan nilai-nilai yang terkandung serta manfaat yang diperoleh dari upacara dalam pernikahan adat Melayu Kepulauan Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitaif deskriptif dengan pengumpulan data wawancara dengan tertua Adat, rekaman video dan audio sebagai bahan observasi. Penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini tidak hanya dianggap mempunyai makna upacara doa dan pemberkatan demi kesejahteraan kedua mempelai dan seluruh keluarganya dan sebagai sekedar kumpulan media saja. Selain itu, upacara ini mempunyai makna yang luas mulai dari alat dan bahan, pelaku Tepuk Tepung Tawar, tata cara pengerjaannya. Adapun Nilai yang terkandung dalam upacara ini adalah nilai sosial, nilai kekeluargaan, agama dan budaya nilai-nilai. Ditambah pula dengan manfaat yang diperoleh dari pelaku dan pelaksana upacara diantara Tepuk tepung Tawar disampaikan doa, harapan, cita-cita dan harapan, silaturahmi, berdoa untuk kebaikan dalam pernikahan.
Dinamika Sosial Ekonomi Pedagang Warung Kelontong Madura di Kota Malang Abd. Wafi; Ferdinan Bashofi; Hendri Setiawan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.856

Abstract

Hadirnya toko sembako Madura di masyarakat Malang mendapatkan banyak persepsi salah satunya toko Alfaduro. Masyarakat menilai bahwa warung sembako Madura dapat memberi manfaat kepada siapa saja yang membutuhkan kebutuhan pokok. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan persepsi masyarakat Kota Malang terhadap keberadaan warung sembako Madura di lingkungan sekitar dan untuk mengamati beberapa respons para pedagang mengenai kecocokan penjualan yang ada di kota Malang, serta peneliti ingin medapatkan beberapa jawaban dari Toko Kelontong terhadap penjualan modern yang terdapat di kota Malang pada tahun 2024. Kegiatan dalam segi ekonomi yaitu usaha untuk daya dan tarif hidup di Masyarakat, karena dengan semakin meningkatkan usaha di toko kelontong madura, dan semakin meningkatnya suatu dalam pertumbuhan dalam ekonomi dan kebutuhan di Masyarakat. Dalam penelitian ini, peeneliti mengunakan pendekatan sosiologi yang terdiri dari penelitian kualitatif deskriptif dengan metode wawancara yang dilakukan oleh peneliti menggunakan pendekatan secara langsung terhadap masyarakat di Kota Malang dengan objek penelitian yang terdiri dari 5 orang. Dari beberapa objek yang di ambil oleh peneliti dalam penelitian ini menggunakan sumber data yang diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan dengan berbagai pengamatan baik melakukan wawancara seacara langsung atau dengan mengunakan alat bantu yang beupa pencatatan, perekaman maupun camera. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan berbagai temuan yang terdiri dari tanggapan maupun jawaban para pedagang terhadap keberadaan barang dagangan toko kelontong yang berada di kota Malang.